Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Digital Murni Pertama di Australia Tutup Bisnis, Korban Inflasi dan Suku Bunga

Volt, bank digital murni pertama di Australia menutup bisnis karena gagal menggalang dana di tengah badai inflasi dan kenaikan suku bunga acuan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  19:25 WIB
Bank Digital Murni Pertama di Australia Tutup Bisnis, Korban Inflasi dan Suku Bunga
Ilustrasi Volt Bank. - Volt Bank

Bisnis.com, JAKARTA — Volt Bank Limited (Volt), bank digital murni pertama di Australia menutup bisnisnya. Dilansir dari laman resmi Bank Volt, Selasa (5/7/2022) para nasabah Volt diminta untuk menarik dana mereka dari rekening bank Volt sebelum 5 Juli 2022.

“Volt telah membuat keputusan yang sulit untuk menutup bisnis pengambilan simpanannya dan berniat mengembalikan lisensi bank [izin mendirikan bank],” tulis Volt dalam laman resminya dikutip.

Volt juga meminta kepada nasabah untuk transfer saldo yang disimpan di semua akun Volt ke rekening bank yang ditunjuk di lembaga keuangan lain sebelum tanggal 5 Juli 2022.

Tingkat bunga pada semua akun telah disetel ke nol. Semua bunga telah ditambahkan ke akun masing-masing nasabah hingga 29 Juni 2022 ketika tingkat bunga diubah menjadi nol.

Volt juga menyarankan kepada para nasabah untuk segera berhenti menggunakan akun. Jika akun tersebut adalah deposito, tidak akan ada biaya pemutusan sehubungan dengan penutupan awal akun.

“Volt akan mulai menutup akun dari tanggal 5 Juli 2022 jadi pastikan Anda telah menarik dana kami untuk meninggalkan saldo $0 di semua akun sebelumnya,” tulis akun volt.

Berdasarkan informasi yang beredar, Volt tutup karena gagal menggalang dana untuk menjalankan bisnisnya. Kenaikan inflasi dan suku bunga, menjadi penyebab bank digital tersebut kesulitan untuk mengumpulkan dana masyarakat.

Diketahui, Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) pada hari ini, Selasa (5/7) menaikkan suku bunga 50 basis poin menjadi 1,35 persen. Adapun jika dihitung dari Mei 2022, sudah mengalami kenaikkan sebesar 125 basis poin, tertinggi sejak 1994. Hal tersebut dilakukan untuk menekan inflasi yang terus melambung.

Adapun pada kuartal I/2022, inflasi di Australia mencapai 5,1 persen, tertinggi dalam 2 dekade terakhir.

Kemudian , menurut data pemerintah Australia, per April 2022, Bank Volt memiliki dana simpanan sebesar 113 juta Dolar Australia (A$) dan kredit pemilikan rumah sebesar A$80 juta, serta sebagian kecil dari pasar hipotek senilai A$3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Digital australia perbankan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top