Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PSAK 74 Butuh SDM dan Infrastruktur IT, OJK Dorong Common System

Pembentukan common system oleh industri asuransi dalam penerapan PSAK 74 diyakini akan mendorong percepatan adaptasi.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  18:38 WIB
PSAK 74 Butuh SDM dan Infrastruktur IT, OJK Dorong Common System
Karyawan beraktivitas di depan logo Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Kamis (14/7/2022). Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penerapan International Financial Reporting Standards (IFRS) 17 atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 74 di industri asuransi menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait sistem teknologi informasi (IT) dan sumber daya manusia yang mumpuni.

Direktur Teknik Indonesia Financial Group (IFG) Rianto Ahmadi mengatakan, IFRS 17 merupakan rezim akuntansi baru yang sangat kental dengan aktuaria sehingga memiliki daya diagnostik masalah yang kuat.

Karena sifatnya yang sangat aktuarial ini dibutuhkan tenaga akuntan dan aktuaris yang mumpuni dan memahami IFRS 17. Tak hanya itu, sistem pendukung infrastruktur IT juga sangat dibutuhkan.

"Tantangan bergerak ke IFRS 17 sebenarnya bukan hanya soal kompetensi SDM, tapi hal-hal yang sifatnya sistem pendukung, IT, software, sistem data yang komprehensif," ujar Rianto dalam sebuah webinar, Kamis (11/8/2022).

Menurutnya, penerapan IFRS 17 memiliki kompleksitas teknik yang jauh lebih tinggi, khususnya untuk produk asuransi dengan kontrak-kontrak jangka panjang yang umumnya dijual oleh perusahaan asuransi jiwa. Untuk perusahaan asuransi yang menjual produk dengan kontrak jangka pendek, penerapannya akan lebih mudah.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah menambahkan bahwa penerapan IFRS 17 memang membutuhkan infrastruktur penunjang yang tentunya menimbulkan biaya bagi perusahaan asuransi. Hal ini menjadi salah satu perhatian dari OJK.

Dia pun sempat mengusulkan dalam working group persiapan penerapan IFRS 17 untuk membuat semacam common system yang dikoordinir oleh asosiasi asuransi agar bisa digunakan bersama para anggotanya.

"Nanti bisa di-customize sesuai kebutuhan, tapi ada dulu barang satu bisa dipakai semua. Bisa urunan pakainya. Mungkin bagi perusahaan ausransi yang cukup shopisticated bisa kembangkan sendiri. Tapi kami pikirkan teman-teman yang sumber dananya untuk pengembangan IT dalam penerapan IFRS 17 yang sangat terbatas. Saya kira perlu didiskusikan lagi terkait infrastruktur penunjang karena ini salah satu yang demanding juga harus kita penuhi," kata Nasrullah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PSAK 74 asuransi jiwa OJK
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top