Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BSI (BRIS) Beli Gedung Wisma Antara Senilai Rp755 Miliar

BSI (BRIS) menilai gedung Wisma Antara yang berada di lokasi strategis akan mendukung kegiatan perusahaan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 21 September 2022  |  13:58 WIB
BSI (BRIS) Beli Gedung Wisma Antara Senilai Rp755 Miliar
Gedung berlogo Bank Syariah Indonesia yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (31/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) membeli aset berupa tanah dan bangunan milik PT Anpa International senilai Rp755 miliar di Jalan Medan Merdeka Selatan No.17 Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Bangunan tersebut diketahui adalah gedung perkantoran Wisma Antara, yang berada di dekat Monumen Nasional, Kementerian BUMN, dan Bank Indonesia. 

Sekretaris Perusahaan BSI Gunawan Arief Hartoyo mengatakan bahwa nilai transaksi tersebut  adalah harga sebelum pajak yang terkait dengan transaksi pembelian tanah dan bangunan. Adapun, transaksi tersebut dilakukan pada 19 September 2022. “Sumber pendanaan untuk pembelian aset tanah dan bangunan berasal dari modal [equity],” jelas Gunawan dalam keterbukaan informasi, Selasa (20/9/2022).

Gunawan menjelaskan bahwa tanah dan bangunan tersebut terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan No.17 Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

“Dengan dilakukannya transaksi ini, perseroan akan memiliki tanah dan bangunan di lokasi yang strategis yang akan mendukung kegiatan perseroan,” terangnya.

Saat ini kantor pusat BSI berada di The Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Gedung ini dikembangkan oleh  PT Alfa Goldland Realty yang merupakan bagian dari perusahaan pengembang raksasa di Indonesia, Alam Sutera Group.

Adapun sepanjang 6 bulan pertama di tahun ini, emiten bersandi saham BRIS itu tercatat memiliki total aset sebesar Rp277,34 triliun atau tumbuh 12,46 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan ekuitas mencapai Rp26,5 triliun.

Dari sisi profit, BSI mampu membukukan pertumbuhan laba bersih mencapai double digit sebesar 41,31 persen yoy menjadi Rp2,13 triliun, di tengah kondisi perekonomian yang menantang akibat gejolak ekonomi global.

Selain itu, kinerja perseroan juga didukung oleh kepercayaan masyarakat melalui penempatan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 13,07 persen mencapai Rp 244,66 triliun dengan proporsi DPK didominasi oleh tabungan wadiah, giro, dan deposito.

Di samping itu, pembiayaan BSI secara keseluruhan mencapai Rp191,29 triliun atau tumbuh 18,55 persen. Secara terperinci, pembiayaan mikro tumbuh 31,13 persen, pembiayaan konsumer naik 21,66 persen, pembiayaan wholesale tumbuh 20,34 persen, pembiayaan kartu tumbuh 22,87 persen, serta gadai emas yang tumbuh 20,07 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Syariah Indonesia bank syariah perbankan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top