Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BRI Life Utak-atik Strategi Genjot Premi Tanpa Andalkan Unit Linked

BRI Life menilai unit-linked tak bisa lagi menjadi andalan buat mendongkrak premi dari sektor ritel.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 16 Oktober 2022  |  19:38 WIB
BRI Life.  - Istimewa
BRI Life. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi BRI Life memiliki strategi khusus dalam memasarkan produk asuransi dikaitkan investasi (PAYDI atau unit linked), selepas masa penyesuaiannya dengan aturan main anyar nanti telah rampung sepenuhnya.

Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila menjelaskan saat ini pihaknya akan memposisikan unit-linked untuk menyasar segmen menengah ke atas, serta nasabah prioritas dari induk usaha, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

"Sebelumnya kami memang memasarkan unit-linked di semua segmen ritel, tapi sekarang kami coba shifting. Kami batasi hanya untuk nasabah tertentu. Kami lihat segmen ritel umum itu lebih baik masuk lewat asuransi mikro atau produk proteksi tradisional terlebih dahulu," ujarnya dalam diskusi santai bersama media di kawasan Gatot Subroto, Tebet, Jakarta Selatan, dikutip Minggu (16/10/2022).

Iwan menilai bahwa dari sisi perusahaan asuransi jiwa, aturan main baru yang lebih tegas secara tak langsung membuat segmen yang pantas membeli produk unit-linked terbatas.

Sekadar informasi, aturan terbaru merupakan buah dari keluarnya Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 5/2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (SEOJK PAYDI) yang mulai berlaku sejak Maret 2022.

Sebagai contoh, salah satu poin aturan main baru mewajibkan porsi minimum untuk pembentukan nilai tunai mencapai 60 persen dari total premi atau kontribusi dasar berkala pada tahun pertama sampai dengan tahun ketiga.

Alhasil, karena biaya-biaya akuisisi pada tahun-tahun pertama menjadi lebih terbatas, perusahaan asuransi jiwa pun tidak bisa lagi menyasar segmen masyarakat yang terlalu berisiko untuk memasarkan unit-linked.

"Oleh karena itu, kami menggenjot asuransi mikro, terutama karena mayoritas nasabah Grup BRI lebih relevan dengan produk tersebut. Tapi jangan salah juga, segmen menengah ke atas dan nasabah prioritas Grup BRI itu juga besar sekali. Mereka inilah yang bisa kami prospek masuk ke unit-linked," tambahnya.

Sebagai gambaran, total premi bruto BRI Life sampai September 2022 Rp6,9 triliun, tumbuh 40 persen (year-on-year/yoy). Porsi premi baru yang disetahunkan (APE) senilai Rp2,45 triliun pun tumbuh 42 persen yoy secara tahunan.

Adapun dari total APE, kata Iwan, kontribusi unit-linked sepanjang tahun ini tercatat menurun menjadi sekitar 25 persen, sedangkan pada tahun lalu masih bisa menyentuh sekitar 30–35 persen dari total APE.

Terkini, BRI Life tengah menyesuaikan produk unit-linked besutannya, serta terus memperbaiki kualitas dan kapabilitas para agen pemasaran. Pasalnya, Iwan percaya bahwa kunci memasarkan unit-linked ke depan ada pada pemanfaatan teknologi, serta kontrol yang lebih baik terhadap para tenaga pemasar.

"Kami mengakui pernah melihat agen menggunakan tools buatannya sendiri untuk memasarkan produk unit-linked, yang kalau diperhatikan, memang yang kemudian ditampilkan ke calon pemegang polis itu hanya yang baik-baiknya saja. Maka dari itu, sekarang ini kami perketat standar tenaga pemasar, dan mencegah agen menggunakan tools yang tidak resmi," jelasnya.

Selain memperkuat kontrol terhadap tenaga pemasar, BRI Life juga akan melakukan kontak langsung terhadap calon pemegang polis via WA atau telepon. Harapannya, calon pemegang polis bisa seketika melihat rangkuman polis secara transparan. Mereka pun bisa dengan mudah melaporkan keluhan, apabila agen terkait tidak menjelaskan polis secara semestinya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BRI Life unit linked asuransi asuransi jiwa
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top