Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Financing to Asset Ratio Leasing Melonjak, Pertanda Apa?

Financing to Asset Ratio (FAR) di industri multifinance tercatat di angka 85,24 persen pada September 2022.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 30 November 2022  |  07:30 WIB
Financing to Asset Ratio Leasing Melonjak, Pertanda Apa?
Pengunjung melintas di depan logo Otoritas Jasa Keuangan beberapa waktu lalu di Jakarta. Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sepanjang 9 bulan pertama 2022, kinerja keuangan perusahaan pembiayaan atau leasing di Tanah Air terus mengalami perbaikan.

Berdasarkan data Statistik Lembaga Pembiayaan periode September 2022 yang dirilis pada Kamis (3/11/2022), Financing to Asset Ratio (FAR) di industri multifinance tercatat di angka 85,24 persen pada September 2022. Sebagai perbandingan, rasio itu meningkat 1,88 persen atau 188 basis poin (bps) dari periode yang sama tahun lalu di level 83,36 persen.

“Di sisi produktivitas, angka [pada kinerja multifinance] cukup baik di angka 85,24 persen. Ini indikator yang sudah cukup optimal dengan kondisi pendanaan yang masih cukup selektif dari sektor perbankan,” ujar Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W. Budiawan dalam Seminar Online APPI bertajuk 'Tantangan Ketidakpastian Ekonomi Global 2023', Selasa (29/11/2022).

Untuk diketahui, Financing to Asset Ratio atau FAR sendiri merupakan rasio perbandingan piutang pembiayaan terhadap total aset.

Bambang menilai bahwa rasio tersebut berada di kisaran yang cukup bagus. “Di range 85,24 persen cukup bagus. Artinya, sumber dana yang dihimpun multifinance berhasil dioptimalkan dalam bentuk piutang pembiayaan memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi yang tumbuh positif,” kata Bambang kepada Bisnis, Selasa (29/11/2022).

Sementara itu, gearing ratio (GR) perusahaan pembiayaan juga tercatat sebesar 2,0 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa nilai outstanding piutang pembiayaan tumbuh 10,68 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2022 menjadi sebesar Rp397,42 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 27,1 persen yoy dan 21,7 persen yoy.

Di samping itu, profil risiko perusahaan multifinance juga terpantau masih terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) tercatat turun menjadi sebesar 2,58 persen. Sementara itu, outstanding pembiayaan yang direstrukturisasi terus menurun, di mana per September 2022 tercatat nilai financing at risk adalah sebesar 14,56 persen dari total outstanding pembiayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leasing OJK
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top