Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

OJK: Bisnis Leasing Makin Efisien, Ini Buktinya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa rasio biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional (BOPO) perusahaan leasing terus membaik.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 29 November 2022  |  17:50 WIB
OJK: Bisnis Leasing Makin Efisien, Ini Buktinya
Pengunjung melintasi deretan mobil bekas yang dipamerkan di Jakarta, Minggu (24/4/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa rasio biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional (BOPO) yang dimiliki industri perusahaan pembiayaan atau leasing terus mengalami perbaikan pada kuartal III/2022.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W. Budiawan menuturkan rasio BOPO di industri pembiayaan mencapai 76,33 persen per September 2022. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, rasio ini mencapai 81,04 persen. Artinya, rasio BOPO mengalami penurunan sebesar -4,71 persen.

“Efisiensi [kinerja keuangan perusahaan pembiayaan] yang ditunjukkan dari biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional menunjukkan gejala yang semakin baik,” kata Bambang dalam Seminar Online APPI bertajuk 'Tantangan Ketidakpastian Ekonomi Global 2023', Selasa (29/11/2022).

Merujuk data Statistik Lembaga Pembiayaan yang dimuat OJK dalam laman resminya, jika dibandingkan dengan periode Desember 2019, kala itu BOPO di industri pembiayaan mencapai 78,93 persen. Namun, angka itu terus merangkak naik menjadi 91,09 persen pada Desember 2020.

Meski demikian, Bambang menjelaskan bahwa pada posisi Desember 2021, BOPO mulai terlihat mengalami penurunan menjadi 80,63 persen, lantaran mulai adanya pemulihan dan angka restrukturisasi juga terus menurun.

Adapun, Bambang menyoroti penurunan signifikan yang terjadi antara periode September 2022 dengan Desember 2019, di mana rasio BOPO kini jauh berada dari posisi Desember 2019 yang mencapai 78,93 persen. Sementara itu, pada September 2022 rasio BOPO turun menjadi 76,33 persen.

Ini berita baik [BOPO mengalami penurunan], dan saya rasa juga harus terus dipertahankan. Kalau bisa di tahun depan sampai dengan 5 tahun seterusnya, angkanya tidak menyentuh angka 8, jadi di angka 7 saja,” katanya berharap.

Selain BOPO, kinerja keuangan perusahaan pembiayaan juga semakin efektif. Hal ini tercermin dari semakin tingginya persentase return on asset (ROA) dan return on equity (ROE), masing-masing menjadi 5,18 persen dan 13,03 persen pada September 2022.  Sementara itu, jika dibandingkan dengan September 2021, masing-masing ROA dan ROE di industri perusahaan pembiayaan mencatatkan angka sebesar 3,84 persen dan 10,06 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leasing pembiayaan OJK
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top