Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Diteror Pinjol Tapi Tak Pinjam Uang, Ini yang Harus Dilakukan

Teror pinjol dapat dihindari dengan memulai langkah memblokir nomor penagih yang salah sasaran.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 23 Januari 2023  |  21:03 WIB
Diteror Pinjol Tapi Tak Pinjam Uang, Ini yang Harus Dilakukan
Ilustrasi layanan jasa keuangan financial technology (fintech) crowdfunding. - Freepik.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pinjaman online (pinjol) ilegal yang menawarkan pinjaman cepat cair seringkali berujung meresahkan. Pinjol yang tidak memiliki izin OJK ini akan terus meneror nasabah hingga pinjaman terbayar lunas. Termasuk ke pihak keluarga ataupu nomor yang yang ada di kontak. Akan tetapi, tidak sedikit yang mendapatkan telepon tagihan dari pinjol, padahal mereka bahkan tidak pernah meminjam uang. 
 
Seperti halnya Hana (28), warga Tangerang yang mengeluh pernah diteror oleh pinjol. Ternyata nomor teleponnya dijadikan jaminan oleh peminjam di pinjol. Dia mengaku tidak terlalu dekat orang tersebut meskipun mengenalnya. Alhasil dia tak nyaman karena penagih juga mengeluarkan kata-kata kasar ketika menelpon. 
 
“Iya dulu pernah ditelpon pinjol, nagih uang. Padahal bukan saya yang pinjam, yang jadikan saya jaminan pun temen jauh enggak deket. Anehnya dia kasih nomer saya dan yang nagis terus telpon, neror, bahkan berkata kasar,” kata Hana kepada Bisnis, Senin (23/1/2023). 

Lalu apa yang harus dilakukan ketika mendapatkan teror pinjol?

Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa langkah pertama untuk menghadapi hal tersebut adalah memblokir nomor pinjol.  

“Sebaiknya nomor pinjol langsung di blokir. Karena pencatutan nama tanpa sepengetahuan,” kata Bhima saat dihubungi Bisnis, Senin (23/1/2023). 

Bhima menambahkan apabila pinjol terus melakukan teror bahkan dengan ancaman. Dia meminta agar masyarakat mereka suara sang penagih. Rekaman tersebut dapat dijadikan barang bukti bisa diproses di pihak berwajib. 

Tidak hanya itu, dia juga meminta agar masyarakat yang menjadi korban teror untuk melakukan cek nama ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Apakah namanya masuk daftar blacklist slik OJK atau BI checking. Karena itu yang lebih berpengaruh ke keamanan data. Ketika kita tidak merasa meminjam ke pinjol, kemudian dianggap mangkir gagal bayar bisa jadi nama kita dimasukkan ke daftar hitam BI checking,” paparnya. 

Dia pun meminta agar masyarakat waspada, pasalnya apabila sudah masuk ke dalam daftar hitam. Maka lebih sulit untuk melakukan pinjaman ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech pinjol
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top