Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Swasta Terus Tingkatkan Sistem Perlindungan Nasabah

PT Bank Central Asia Tbk. mengklaim menerapkan sistem keamanan rahasia data korporasi dan perlindungan nasabahnya dengan standar tinggi.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 13 Mei 2014  |  21:50 WIB
Bank Swasta Terus Tingkatkan Sistem Perlindungan Nasabah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA --Sejumlah bank besar saat ini terus menyempurnakan sistem keamanan dan perlindungan simpanan nasabah melalui kemajuan teknologi informasi (TI) yang terus berkembang.

PT Bank Central Asia Tbk. misalnya,  mengklaim telah menerapkan sistem keamanan rahasia data korporasi dan perlindungan nasabahnya dengan standar tinggi.

Direktur BCA Suwignyo Budiman menilai tak mudah spesialis Teknologi Informasi (TI) membobol sistem jaringan bank BCA lantaran menerapkan pemantauan sistem keamanan yang rutin dan penggantian sistem TI terbaru.

"Harus diakui Cyber crime bisa masuk ke sistem server, smartphone [telepon pintar], dan jaringan komputer," katanya, Kamis (13/5/2014).

Cyber crime merupakan tindakan kriminal dengan peralatan komputer yang memanfaatkan jaringan interconnected-networking atau internet.

Menurut Suwignyo cara termudah pelaku cyber crime atau biasa disebut hacker mengambil data dan dana nasabah dengan screaming yaitu menempatkan kamera di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Dia menuturkan bank BCA pernah dipertanyakan oleh para nasabah 14 tahun lalu karena terjadi proses transfer data tanpa pemberitahuan terhadap nasabah. "Kami tak ingin kejadian itu terulang kembali."

Harapannya sistem keamanan BCA saat ini dan ke depan menjadi strategi utama melindungi aset korporasi dan nasabah.

"Para hacker yang masuk ke sistem keamanan BCA dari ratusan hingga ribuan orang. Pernah dalam sehari bisa masuk 4.000 hacker [ke jaringan keamanan BCA]," ungkap Suwignyo.

Dia meyakini tindakan kriminal terhadap perbankan akan meningkat seiring makin tingginya volume transaksi keuangan melalui jaringan internet.

Tigor M. Siahaan, Country Head and CCO Citibank Indonesia, mengatakan untuk melindungi nasabah, pihaknya  menerapkan teknologi chip di mana terdapat lempengan metal berisi data.

"Chip lebih memiliki keamanan tinggi dari pada kartu kredit gesek,: katanya.

Di Citibank, kata Tigor, karyawan tidak boleh membawa keluar data bank.

"Karyawan yang ingin memasukkan dan mengeluarkan data melalui email harus melewati jaringan pusat sistem keamanan TI pusat Citibank," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca citibank bank central asia perlindungan nasabah
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top