HSBC Proyeksikan Blockchain Tingkatkan Pendapatan Hingga US$2 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA — Hong Kong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) Holdings Plc menyatakan bahwa penggunaan platform berbasis blockchain dapat meningkatkan pendapatan tahunan usaha documentary trade finance secara global senilai US$2 miliar pada 2026. Per 2018, industri perbankan secara global telah membukukan pendapatan dari usaha documentary trade finance sejumlah US$7,7 miliar.
Andi M. Arief | 22 Oktober 2018 20:23 WIB
Kantor pusat HSBC. - hsbc.com

Bisnis.com, JAKARTA — Hong Kong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) Holdings Plc menyatakan bahwa penggunaan platform berbasis blockchain dapat meningkatkan pendapatan tahunan usaha documentary trade finance secara global senilai US$2 miliar pada 2026. Per 2018, industri perbankan secara global telah membukukan pendapatan dari usaha documentary trade finance sejumlah US$7,7 miliar.

Peningkatan pendapatan didorong oleh bertambahnya nilai transaksi dan meningkatknya biaya operasional apabila bank memanfaatkan teknologi blockchain. Selain itu, penggunaan platform berbasis blockchain juga akan memikat perusahaan baru untuk melakukan transaksi lintas negara dan pergeseran metode transaksi dari open account ke documentary demi mitigasi risiko yang lebih besar.

Joshua Kroeke, Senior Innovation Manager HSBC, mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi blockchain dalam documentary trade finance dapat meningkatkan efisiensi perdagangan untuk perusahaan dagang, memitigasi risiko dan melebarkan perdagangan kepada perusahaan yang lebih kecil. “Perdagangan semakin berkembang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/10/2018).

Secara spesifik, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan menggunakan platform berbasis blockchain. Pertama, meningkatkan level pelayanan dalam hal waktu penyelesaian, perpanjangan waktu cut-off, dan waktu pelayanan yang lebih panjang.

Kroeke melanjutkan, pemanfaatak teknologi blockchain dapat membuat pembiayaan perdagangan meningkat dan membuka jalan bagi perdagangan global agar dapat mencapai potensi tertinggi. Agar hal ini terjadi, lanjutnya, pelaku industri harus sepakat dalam hal jaringan bisnis yang sesuai dengan standar dasar dan aturan bisnis dalam implementasinya.

Selain itu, perlu adanya ‘superconnectors’ yang berfungsi sebagai jembatan antara jaringan bisnis untuk bertukar informasi. Fungsi sebagai supperconnectors ini bisa dijalankan oleh bank-bank besar atau lembaga pemerintah.

"Pemerintah seharusnya secara terstruktur mendorong pengadopsian dan penggunaan blockchain dalam ekosistem perdagangan global. Pengadopsian ini juga akan memerlukan investasi untuk membangun teknlogi dan mengintegrasikannya dengan sistem IT bank yang sudah ada," jelasnya.

Tag : hsbc, blockchain
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top