Mandiri Terus Dorong Program Mewirausahakan Petani

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berkomitmen mendukung program pemerintah untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  00:55 WIB
Mandiri Terus Dorong Program Mewirausahakan Petani
Aktivitas layanan perbankan di Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berkomitmen mendukung program pemerintah untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk itu, Bank Mandiri melakukan sosialisasi konsep Mewirausahakan Petani dan memberikan pendampingan kepada petani padi di Ciamis, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

Dalam konsep Mewirausahakan Petani, empat kegiatan petani yakni pratanam, tanam, panen dan pascapanen disinkronkan oleh sebuah entitas bisnis berbentuk PT yang dikelola secara profesional serta dimiliki oleh rakyat setempat (Gabungan Kelompok Petani/Gapoktan dan BUMDesa) dan BUMN, sehingga nantinya mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Adapun, target program ini adalah para petani (termasuk penggarap) yang memiliki akses permodalan yang minim, pengetahuan budi daya dan pasca panen yang terbatas, serta latar belakang pendidikan yang relatif rendah.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, pihaknya bersinergi dengan  PT Mitra Bumdes Nusantara dan BUMN lainnya dalam mengimplementasikan konsep program ini.

Implementasi dimulai sejak 2017 melibatkan 6.200 petani dari 258 kelompok tani di Kecamatan Pamarican sebagai lokasi percontohan program dengan koordinator Bank Mandiri.

Hasilnya, PT Mitra Desa Pamarican (MDP) telah dibentuk dan telah menjalankan program tersebut di Kecamatan Pamarican.

Selain  sosialisasi dan pendampingan, Bank Mandiri menyalurkan CSR untuk pembangunan infrastruktur fisik Integrated Rice Center (IRC) yang menjadi pusat pengolahan gabah dan beras kepada Gapoktan. Pengelolaannya dilakukan oleh PT MDP.

“Selain itu, Bank Mandiri turut serta memberikan pembinaan dan pendampingan kepada petani bekerja sama dgn PT MDP dan akademisi sejak proses persiapan bibit, pupuk, pestisida, proses pengolahan gabah hasil panen, hingga pengepakan dan pemasaran beras,” kata Kartika saat mendampingi Menteri BUMN Rini Sumarno mengunjungi IRC Pamarican, seperti disampaikan lewat keterangan resmi, Rabu (27/2/2019).

Fasilitas IRC yang pembangunannya rampung pada Oktober 2018 telah memproduksi lebih dari 700 ton beras. Beras produksi PT MDP dengan brand "Si Geulis" telah dipasarkan secara online di Blanja.com, Tokopedia, Bukalapak, JD.id, dan Shopee.

Pada konsep ini, tambah Kartika, kemandirian petani mendapat fokus utama karena Gapoktan sebagai pemilik PT Mitra Desa Pamarican akan memperoleh laba dari dari produksi dan operasional PT MDP.

“Inilah bentuk kemandirian petani yang diharapkan akan semakin memperkuat keberadaan sektor pertanian sebagai soko guru perekonomian bangsa,” kata Kartika.

Dalam penguatan peran petani, Kartika menjelaskan, Bank Mandiri juga telah mensosialisasikan penggunaan kartu tani untuk pembelian pupuk bersubsidi. Caranya, petani cukup membawa kartu tani ke Kios Pupuk yang sudah menjadi Agen Branchless Banking Bank Mandiri untuk membeli pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang sudah ditentukan.

Per akhir 2018, jumlah Kartu Tani Mandiri yang didistribusikan mencapai lebih dari 850.000 keping dengan jumlah kios tersebar di Jawa Barat mencapai lebih dari 2.600 unit.

Jika program ini memberikan hasil optimal, tutur Kartika, pihaknya optimistis para petani akan dapat memenuhi persyaratan untuk memperoleh pembiayaan perbankan, misalnya melalui kredit usaha rakyat (KUR), yang memungkinkan petani merambah sektor lain untuk meningkatkan pendapatan.

Sepanjang tahun lalu, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp17,58 triliun, dengan jumlah penerima sebanyak lebih dari 1,25 juta pelaku UMKM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri, petani

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup