5 Berita Populer Finansial, Saran Peneliti Indef Soal Masalah Bumiputera-Jiwasraya dan Bank Mandiri Selektif Pilih Pemain Kuat Industri

Kabar peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) terkait masalah Bumiputera dan Jiwasraya jadi berita terpopuler kanal Finansial hari ini, Selasa (10/9/2019).
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 10 September 2019  |  18:35 WIB
5 Berita Populer Finansial, Saran Peneliti Indef Soal Masalah Bumiputera-Jiwasraya dan Bank Mandiri Selektif Pilih Pemain Kuat Industri
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

1. Masalah Bumiputera dan Jiwasraya Bisa Jadi Pemantik Resesi, Ini Saran Peneliti Indef

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didesak segera bertindak mengatasi risiko keuangan yang dialami AJB Bumiputera 1912 dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Menurut peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufiqurrahman, tindakan cepat harus dilakukan OJK agar Indonesia tidak masuk ke dalam resesi ekonomi. Baca selengkapnya di sini

2. Tekanan Ekonomi Global, Bank Mandiri Selektif Pilih Pemain Kuat Industri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memastikan dengan berbagai perkembangan ekonomi dunia yang kurang mendukung terhadap perkembangan ekonomi Nasional, perseroan akan terus mengambil kebijakan dengan langkah selektif.

Dalam hal penyaluran kredit, bank pelat merah ini memastikan tidak melakukan pengurangan, baca selengkapnya di sini

3. Uang Teman Bakal Dapat Pendanaan Seri B Senilai US$10 Juta

Usai mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan, PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman) bakal segera menutup pendanaan seri B ke-2 senilai US$10 juta pada Oktober 2019, atau setara Rp140 miliar dengan kurs Rp14.088.

Pendanaan ini dipimpin oleh Spiral Ventures. Baca selengkapnya di sini

4. Perang Dagang, Masih Ada Peluang Ekspor dan Kredit Tumbuh

Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk. Cyrillus Harinowo berpendapat bahwa perang dagang masih memberi peluang terhadap peningkatan ekspor serta penyaluran kredit perbankan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2019, penyaluran kredit kepada beberapa sektor unggulan terpantau melambat. Baca selengkapnya di sini

5. BI Diperkirakan Kembali Pangkas Suku Bunga 25 Basis Poin

Terbukanya ruang pelonggaran kebijakan suku bunga membuat Bank Indonesia diprakirakan kembali memangkas sampai 5,25%.

Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro, dengan kondisi inflasi dalam negeri yang terkendali, Bank Indonesia memiliki ruang untuk kembali memangkas suku bunga 25 basis poin. Baca selengkapnya di sini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jiwasraya, ajb bumiputera 1912

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top