Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Prediksi Defisit Transaksi Berjalan 2,5 sampai 3 Persen dari PDB

Rentang defisit transaksi berjalan tersebut diproyeksikan berdasarkan penurunan impor yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 April 2020  |  20:52 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers melalui video streaming di Jakarta, Kamis (2/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers melalui video streaming di Jakarta, Kamis (2/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) masih terjaga pada level 2,5 persen hingga 3 persen pada tahun ini setelah mempertimbangkan dampak dari pandemi virus corona (COVID-19).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pandemi covid-19 memang menimbulkan gangguan pada ekonomi global dan penurunan ekonomi di sejumlah negara. Di samping itu wabah covid-19 menyebabkan terganggunya mata rantai dunia, penurunan harga komoditas, hingga penurunan ekspor.

Meski demikian, jelas Perry, jika melihat defisit transaksi berjalan untuk Indonesia, penurunan impor sebagai dampak dari covid-19 lebih besar.

"Karena penurunan impor yang lebih tinggi dari penurunan ekspor, justru dalam konteks seperti ini kenapa kami masih memperkirakan CAD 2,5 persen-3 persen PDB. Itu sudah mempertimbangkan dampak dari covid-19, tidak hanya ekspor dan impor, tetapi juga dari pariwisata," katanya, Selasa (7/4/2020).

Perry menjelaskan devisa pariwisata memang menurun dikarenakan penurunan wisatawan. Namun, penurunan impor yang masih lebih tinggi diyakini akan membuat CAD tetap terjaga pada level 2,5 persen-3 persen pada tahun ini.

Perry menambahkan, dari sisi stabilitas eksternal, yang bisa diukur dari neraca pembayaran Indonesia, penerbitan global bond akan menambah arus masuk dari neraca modal dan finansial.

Oleh karena itu, dengan penambahan tersebut, kemudian dari stabilitas eksternal yang diukur melalui neraca pembayaran Indonesia (NPI) akan mendukung stabilitas CAD.

Bahkan menurutnya dari stabilitas eksternal, tidak hanya CAD yang terkendali, melainkan juga surplus dari neraca modal dan finasial pun akan besar, di samping ke depan kepanikan pasar keuangan global akan berangsur-angsur mereda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia defisit transaksi berjalan Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top