Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mandiri Utama Finance Prediksi Kinerja Kuartal II/2020 Bakal Terkoreksi Hingga 70%

PT Mandiri Utama Finance memperkirakan kinerja perseroan pada kuartal kedua II/2020 berpotensi terkoreksi cukup dalam hingga 70 persen lantaran efek pandemi Covid-19. 
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  19:41 WIB
Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja (dari kanan) berbincang dengan kuasa pemegang saham Bank Mandiri sekaligus Direktur Pembina MUF Hery Gunardi, Komisaris MUF Erida dan Direktur Wiweko Probojakti seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Selasa (2/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja (dari kanan) berbincang dengan kuasa pemegang saham Bank Mandiri sekaligus Direktur Pembina MUF Hery Gunardi, Komisaris MUF Erida dan Direktur Wiweko Probojakti seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Selasa (2/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA- PT Mandiri Utama Finance memperkirakan kinerja perseroan pada kuartal kedua II/2020 berpotensi terkoreksi cukup dalam hingga 70 persen lantaran efek pandemi Covid-19. 

"Kami perkirakan kinerja Q2 akan mengalami penurunan cukup dalam, minimum 60% bisa sampai 70% sebelum situasi dalam kembali normal," ujar Direktur Utama MUF Stanley Atmadja kepada Bisnis, Selasa (19/5/2020).

Data perseroan menunjukkan kinerja April 2020 lalu, Mandiri Utama Finance hanya dapat menyalurkan pembiayaan mendekati Rp100 miliar. Angka tersebut jauh lebih rendah dari rerata penyaluran kredit tiap bulan yang berada pada rentang Rp700 miliar hingga Rp800 miliar.

Adapun, pada kuartal I/2020 lalu, misalnya, MUF mengucurkan kredit senilai total Rp2,55 triliun atau masih tumbuh sebesar 26% bila dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara itu, menutup tahun 2019 lalu, total penyaluran pembiayaan Mandiri Utama Finance mencapai Rp8,10 triliun. Perseroan membidik kinerja pada tahun ini dapat meningkat sebesar 9% menjadi sekitar Rp8,80 triliun.

Perusahaan leasing yang terafiliasi dengan dari grup Bank Mandiri tersebut membiayai enam segmen produk yaitu mobil baru, mobil bekas, motor baru, motor bekas, multiguna, dan syariah.

Saat ini sebagian besar pembiayaan atau sekitar 60% masih didominasi wilayah Jawa sehingga fokus perseroan masih akan menggarap daerah tersebut pada tahun ini. Sementara itu, dari komposisi pembiayaan, 75% masih ditopang pembiayaan roda empat dan sisanya adalah pembiayaan roda dua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance perusahaan pembiayaan Mandiri Utama Finance
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top