Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekan Biaya Bunga, Bank Sumut Pacu Peningkatan Dana Murah

Per Mei 2020, rasio dana murah terhadap total dana pihak ketiga (DPK) sebesar 62,6 persen.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  18:43 WIB
Tekan Biaya Bunga, Bank Sumut Pacu Peningkatan Dana Murah
Kantor Bank Sumut - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Sumut memproyeksi himpunan dana masyarakat tahun ini tidak akan sekencang tahun lalu.

Corporate Secretary Bank Sumut Syahdan Ridwan Siregar mengatakan per Mei 2020, himpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan mengalami penurunan 4 persen secara year-to-date/ytd.

Meski demikian, perseroan akan terus berupaya memacu peningkatan rasio dana murah (current account saving account/CASA).

Langkah ini, kata Syahdan, sebagai upaya bank untuk menekan biaya bunga (cost of fund/CoF) di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Perseroan mencatat, per Mei 2020, rasio CASA terhadap total DPK sebesar 62,6 persen.

"Upaya kami menekan CoF yaitu selektif mengurangi dana mahal dengan alternatif dana ritel," katanya kepada Bisnis, Selasa (9/6/2020).

Strategi lainnya yang dilakukan perseroan dalam mendorong CASA adalah dengan digitalisasi, yaitu melalui layanan digital banking.

Syahdan mengutarakan sebagai dampak dari pandemi Covid-19, margin bank diperkirakan akan mengalami penurunan hingga akhir tahun. Di samping itu, penyaluran kredit bank diperkirakan akan mengalami perlambatan.

Penurunan margin bank mulai terlihat pada Mei 2020, di mana margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bank tercatat turun dari 7,2 persen pada Desember 2019 menjadi 6,8 persen pada Mei 2020.

"Kami perkirakan masih akan akan turun hingga Desember 2020," tutur Syahdan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd bank sumut dana murah
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top