Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Leasing, Kala Sang Gajah Harus Menantang Badai

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan industri leasing itu ibarat seekor gajah yang harus berusaha untuk berselancar dan melewati badai besar di tengah lautan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  22:35 WIB
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Suwandi Wiratno (kiri) berbincang dengan Chief Risk Officer Akseleran Elquino Simanjuntak di sela-sela diskusi Digital Economic Forum  - Bisnis / Dedi Gunawan
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Suwandi Wiratno (kiri) berbincang dengan Chief Risk Officer Akseleran Elquino Simanjuntak di sela-sela diskusi Digital Economic Forum - Bisnis / Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Industri multifinance dinilai tengah berjuang agar dapat selamat dari pandemi Covid-19. Salah satunya harus siap berubah dan beradaptasi dengan dunia digital.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan industri leasing itu ibarat seekor gajah yang harus berusaha untuk berselancar dan melewati badai besar di tengah lautan.

"Industri [leasing] ini sudah cukup lama, ibarat gajah karena ada 183 perusahaan dengan aset mencapai Rp543,2 triliun, karyawan ada sekitar 225.000 dan inilah yang harus terus bergerak di masa pandemi berselancar di tengah badai Covid-19," ujarnya dalam webinar daring Selasa (16/6/2020).

Pada tahun ini dari perkiraan APPI, bisnis leasing seharusnya tumbuh sangat optimistis sampai dua digit dibandingkan 2019, akan tetapi harus menerima kenyataan pahit yakni menghadapi Covid-19 yang membuat permintaan turun drastis. Di sisi lain, ada juga beban lain karena industri leasing mesti memberikan keringanan kredit.

Dia mengaku industri leasing sudah menjalankan amanat pemerintah untuk memberikan keringanan kredit kepada nasabah terdampak Covid-19. Data terakhir yang dimiliki APPI per 2 Juni 2020, jumlah relaksasi kredit yang sudah disetujui sebanyak 2,6 juta kontrak pembiayaan dengan nilai kredit Rp80,55 triliun.

Di tengah kondisi itulah, leasing menghadapi dilema sebab lembaga pembiayaan merupakan intermediari yaitu penghubung dana kredit dari bank kepada nasabah. Di saat nasabah mendapatkan keringanan dan bisa menunda pembayaran angsuran, leasing harus menanggung kerugian akibat arus kas terganggu di saat pembayaran kewajiban ke bank harus terus berjalan.

"Sudah ada beberapa perusahaan leasing yang mendapatkan keringanan pembayaran kewajiban bunga dan pokok pinjaman ke bank, ini juga berkat dukungan OJK dan bank terkait, karena akan terjadi domino effect bila ini tidak dibantu," ujarnya.

Bagi leasing yang bukan grup usaha bank, akan ada missmatch cashflow antara pendapatan dengan pembayaran kewajiban ke bank. Namun hal ini menurutnya tidak terjadi pada leasing yang merupakan grup usaha perbankan. Di mana pada saat nasabah mengajukan relaksasi, otomatis status kreditnya dari bank itu juga mendapatkan keringanan.

Untuk dapat bertahan menghadapi badai pandemi Covid-19 ini, APPI menurut Suwandi sudah merumuskan sejumlah strategi. Di antaranya yaitu fleksibel terhadap rencana yang sudah ditetapkan dan siap untuk berubah serta menyesuaikan langkah.

Kemudian, siap menghadapi situasi dan kondisi yang bisa jadi akan selalu memberikan kejutan. Lalu, dapat beradaptasi dengan perubahan dan zaman misalnya beradaptasi menghadapi perkembangan digital.

Setelah itu, tetapkan tujuan baru yang tidak lagi bersandar pada situasi konvensional, tapi sudah melihat perkembangan dan perubahan jangka pendek. Selanjutnya, dapat mengantisipasi risiko yang timbul ke depan dan melindungi serta antisipasi titik terlemah yang ada di perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance appi perusahaan pembiayaan covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top