Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Bermasalah Naik, Permodalan Bank Dalam Negeri Masih Kuat

Rasio NPL perbankan di Indonesia di atas beberapa negara Asia Tenggara. NPL perbankan di Indonesia pada Februari 2020 sebesar 2,79 persen.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  20:06 WIB
Kredit Bermasalah Naik, Permodalan Bank Dalam Negeri Masih Kuat
Ilustrasi Bank - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan di Indonesia terus meningkat tetapi masih dijaga oleh modal yang kuat.

Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Andry Asmoro mengatakan rasio NPL perbankan di Indonesia di atas beberapa negara Asia Tenggara. NPL perbankan di Indonesia pada Februari 2020 sebesar 2,79 persen.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Malaysia yang sebesar 1,57 persen, Vietnam 1,63 persen, dan Filipina 2,21 persen. Meskipun demikian, besaran NPL Indonesia masih lebih rendah dari Thailand yang mencapai 2,99 persen.

Dari sisi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR), Indonesia terbilang masih kuat yakni sebesar 22,33 persen per Februari 2020, sedangkan Vietnam sebesar 11,95 persen, Filipina 12,85 persen, Malaysia 18,40 persen, dan Thailand 19,14 persen.

"NPL kita tertinggi di bawah Thailand, dari rasio modal perbankan Indonesia CAR terkuat di Asia. Walau NPL ada potensi peningkatan, kita ada CAR yang tinggi," katanya dalam paparan Economic Outlook Bank Mandiri Group, Rabu (17/6/2020).

Menurutnya, perbankan di Indonesia masih tergolong bisa bertahan dengan likuiditas yang cukup. Apalagi dengan CAR yang masih kuat, perbankan masih punya bantalan yang tinggi.

Sementara itu, penurunan kondisi ekonomi yang mempengaruhi perbankan tentu akan begitu terasa pada kuartal II/2020. Namun, seiring dengan transisi menuju new normal dan sepanjang mengikuti protokol kesehatan, ekonomi diharapkan kembali normal pada kuartal III dan IV.

Hanya saja, menurut Andry, hal ini masih bergantung pada ada tidaknya gelombang kedua pandemi Covid-19. "Di dua tiga bulan ini sudah masuk ke kuartal II, bank kita masih solid," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit bermasalah permodalan
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top