Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Era New Normal, Investor Incar Startup yang Punya Layanan Keuangan

Startup secara natural akan mengembangkan bisnis ke arah layanan finansial. Sebagai contoh, Gojek dan Grab juga sudah mengarah ke sektor industri finansial, seperti memberikan pinjaman ke restoran yang menjadi mitra mereka.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 17 September 2020  |  19:19 WIB
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar - Flickr
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Head of Research & Institutional Business PT Trimegah Securities Tbk. Sebastian Tobing mengungkap layanan finansial dari perusahaan rintisan (startup) masih jadi incaran favorit para investor.

Pasalnya, Sebastian menilai perusahaan rintisan yang berkecimpung di sektor lain seperti traveling masih akan mengalami tekanan di masa pandemi. Sementara itu, untuk startup bidang ride hailing seperti Grab atau Gojek, diperkirakan masih dapat bertahan di masa pandemi, namun dari sisi layanan lainnya seperti divisi food dan delivery.

Sebastian pun mengapresiasi penggembangan layanan kesehatan dari kedua startup tersebut dalam rangka berinovasi di era pandemi. Grab dengan mengusung produk GrabHealth yang bekerjasama dengan Good Doctor, sementara Gojek bermitra dengan HaloDoc.

"Tapi ‘daging’ terbesar dari bisnis Grab dan Gojek ini nantinya diperkirakan justru ada di sektor finansial," jelas Sebastian dalam keterangannya, Kamis (17/9/2020).

Sebastian menjelaslan tren ini telah berjalan di berbagai belahan dunia. Perusahaan startup, baik yang menggembangkan aplikasi ride hailing ataupun lainnya, secara natural akan mengembangkan bisnis ke arah layanan finansial.

Bahkan, lanjutnya, seluruh platform digital yang ada di Indonesia diperkirakan akan menjalankan fungsi finansial, seperti memberikan kredit mikro atau menawarkan produk asuransi. "Makanya perusahaan BUMN dan swasta nasional saat ini berlomba untuk investasi di startup atau decacorn. Itu prospeknya sangat besar di industri finansial," tambahnya.

Sebagai contoh, Gojek dan Grab juga sudah mengarah ke sektor industri finansial, seperti memberikan pinjaman ke restoran yang menjadi mitra mereka. Dengan data yang sangat bagus yang dimiliki oleh Grab dan Gojek, Sebastian yakin nantinya dua platform digital tersebut ketika memberikan kredit mikro, maka nonperforming loan atau kredit bermasalahnya akan rendah.

"Beberapa waktu yang lalu juga beredar isu Telkom Group akan berinvestasi di Gojek. Jika itu sampai terjadi, maka akan banyak sinergi yang akan dilakukan oleh dua perusahaan tersebut. Potensi yang dalam waktu dekat dapat diambil adalah peluang driver Gojek untuk dapat menggunakan layanan Telkomsel," jelasnya.

Seperti diketahui, perusahaan BUMN dan swasta nasional saat ini tengah getol mencari dan berinvestasi di perusahaan rintisan guna mendukung penggerak ekosistem digital Indonesia.

Contohnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meluncurkan SYNRGY, yang berkomitmen mengasah para startup memperoleh pembekalan secara maksimal untuk mendukung produk-produk inovatif.

Selain BCA, Telkom Group juga sudah menjadi bapak angkat di beberapa perusahaan rintisan di Indonesia. BUMN telekomunikasi ini menyiapkan investasi di kisaran US$300 juta-US$500 juta.

Sebenarnya bukan hal yang baru perusahaan telekomunikasi berinvestasi di perusahaan rintisan. Operator telekomunikasi asal Inggris Vodafone melalui Vodafone Ventures juga melakukan investasi di perusahaan rintisan. Dana yang dialokasikan untuk investasi di perusahaan rintisan ini sudah mencapai US$ 2 miliar.

Sebastian pun menilai wajar saja perusahaan besar di dunia melakukan investasi di perusahaan rintisan. Pasalnya, meski pandemi Covid-19 menghantui, namun potensi pertumbuhan bisnis perusahaan rintisan masih cukup besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi StartUp fintech
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top