Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos BCA Cerita Sempat Rugi Ekspansi ke Luar Negeri

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan perseroan pernah membuka tujuh outlet remitansi di luar negeri. Namun, outlet tersebut merugi dan akhirnya ditutup.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  08:50 WIB
Nasabah berbicara dengan karyawan melalui Video Banking di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Nasabah berbicara dengan karyawan melalui Video Banking di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Bos PT Bank Central Asia Tbk. menilai ekspansi perbankan nasional ke luar negeri sebaiknya cukup dilakukan satu hingga dua bank saja karena biaya yang tinggi.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan perseroan pernah membuka tujuh outlet remitansi di luar negeri. Namun, tujuh outlet tersebut merugi dan akhirnya ditutup.

BCA kemudian mengganti tujuh outlet tersebut lewat bekerja sama dengan bank di Malaysia dan money changer. Dari kerja sama tersebut, BCA baru memperoleh untung.

"Saya pernah buka 7 outlet remittance beberapa tahun lalu tapi rugi, akhirnya saya tutup diganti kerja sama dengan bank di Malaysia dan money changer, bisa profit," katanya kepada Bisnis, Selasa (6/10/2020).

Menurutnya, berkaca dari itu, daripada melakukan ekspansi ke luar negeri, perbankan nasional sebaiknya melebarkan sayap di dalam negeri. Dengan ekspansi di dalam negeri, akan banyak tenaga lokal yang direktrut sehingga membantu mengurangi pengangguran.

Soal ekspansi ke luar negeri, Jahja menilai cukup dilakukan satu atau dua bank saja.

"Saya kira karena cost tinggi di luar dan kalau menurut saya cukup 1 hingga 2 bank saja yang keluar negeri. Jadi, tidak rebutan dan bersaing dengan sesama [bank nasional]," katanya.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengatakan, hingga saat ini, perseroan memiliki kantor perwakilan di dua negara yakni di Hongkong dan Singapura.

Di samping itu, BCA bekerja sama dengan Mastercard dan Visa dalam memberikan nilai tambah kepada nasabah BCA di luar negeri.

"Nasabah BCA dapat melakukan tarik tunai di luar negeri sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Nasabah juga dapat melakukan transaksi debit di jutaan gerai berlogo Debit BCA untuk transaksi di dalam negeri dan puluhan juta gerai di luar negeri yang terkoneksi melalui jaringan Mastercard," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca remitansi kantor cabang
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top