Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekor! Investasi Asuransi Merosot Rp21 T, Tergerus Produk Pasar Modal

Penurunan nilai investasi terbesar pada asuransi jiwa, yakni mencapai 5,1 persen atau sebesar Rp24,5 triliun dari periode sebelumnya Rp477,2 triliun menjadi Rp452,2 triliun.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 29 November 2020  |  12:15 WIB
Karyawan memotret deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan memotret deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam kondisi pandemi saat ini, lantai bursa terus bergejolak sehingga membuat investasi di pasar modal tergerus. Tak pelak, asuransi komersial pun ikut 'menderita' karena mayoritas investasi pada instrumen pasar modal.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2020, nilai investasi asuransi komersial mencapai Rp546,9 triliun, turun 3,8 persen atau sebesar Rp21,3 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp568,3 triliun.

Penurunan nilai investasi terbesar pada asuransi jiwa, yakni mencapai 5,1 persen atau sebesar Rp24,5 triliun dari periode sebelumnya Rp477,2 triliun menjadi Rp452,2 triliun.

Adapun investasi asuransi umum dan reasuransi justru mencatatkan kenaikan investasi sebesar Rp3,2 triliun atau 3,5 persen (yoy) menjadi Rp94,2 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp91 triliun.

Investasi asuransi komersial per Oktober 2020 tercatat Rp445,94 triliun berada di pasar modal, menyusut dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp465 triliun. Kemudian disusul produk perbankan Rp59,05 triliun dari sebelumnya Rp64,18 triliun dan lainnya Rp41,95 triliun dari sebelumnya Rp39,2 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Nonbank Anggota Dewan Komisioner OJK Riswinandi menyampaikan tren investasi asuransi komersil sangat in line dengan kondisi pasar modal Indonesia. Pasalnya sekitar 80 persen investasi asuransi berada pada instrumen pasar modal

"Secara yoy [year on year], nilai investasi masih mengalami pertumbuhan negatif. Namun seiring dengan membaiknya kondisi pasar modal, terlihat mulai ada growth secara MtM [month to month}," ujarnya pada diskusi dengan media, Sabtu (28/11/2020).

Secara bulanan, per Oktober 2020 investasi asuransi memang mencatatkan pertumbuhan sebesar Rp7,9 triliun atau 1,5 persen (mtm). Catatan positif ini dialami oleh asuransi jiwa 1,5 persen (mtm) dan asuransi umum serta komersial 1,3 persen (mtm).

Namun, secara tahun berjalan (year to date/ytd) mencatatkan negatif cukup besar, yakni 5,8 persen atau minus Rp33,4 triliun. Penurunan terbesar pada asuransi jiwa yakni Rp7,3 persen (ytd) atau merosot Rp25,5 triliun. Adapun asuransi umum dan reasuransi naik 2,3 persen atau tumbuh Rp2,1 triliun.

OJK melakukan sejumlah relaksasi untuk membantu sektor perasuransian di kala pandemi dengan menerbitkan POJK No. 14/2020 serta perubahannya.

Relaksasi itu seperti perpanjangan penyampaian laporan keuangan, pelaksanaan fit and proper test secara virtual, pelaksanaan rapat dewan komisaris secar virtual dan lainnya.

Selain itu, perusahaan asuransi bisa melakukan penyesuaian perhitungan tingkat solvabilitas bagi perusahaan perasuransian, di mana instrumen investasi dapat dinilai berdasarkan nilai perolehan yang diamortisasi.

Terbaru, perusahaan asuransi dapat memasarkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) secara digital. Dengan syarat memiliki sistem informasi, SOP dan infrastruktur yang memadai, memiliki rekomendasi dari vendor TI serta direktur manajemen risko, memiliki Infrastruktur untuk otentifikasi tanda tangan elektronik dan memiliki dokumentasi dalam bentuk video.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi industri asuransi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top