Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kanal Bancassurance Jadi Penyumbang Premi Terbesar Asuransi Jiwa

Pada 2020, kanal pemasaran bancassurance mencatatkan premi Rp70,89 triliun, tumbuh 11,73 persen (yoy) dari sebelumnya Rp62,45 triliun. Kanal itu pun menyumbangkan premi terbesar bagi industri asuransi jiwa dalam beberapa tahun terakhir.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 11 Maret 2021  |  18:50 WIB
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2020). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2020). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya peningkatan kinerja industri asuransi jiwa pada tahun ini dinilai perlu dilakukan melalui optimalisasi kanal pemasaran andalan. Berkaca dari kinerja tahun lalu, bancassurance menjadi satu-satunya kanal yang meraup pertumbuhan premi. 

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa sepanjang 2020, keagenan dan kanal pemasaran alternatif mengalami perlambatan kinerja. Kanal agensi mencatatkan premi Rp25,15 triliun atau turun 32,1 persen (year-on-year/yoy) dari 2019 senilai Rp37,04 triliun, sedangkan kanal alternatif meraup Rp18,7 triliun atau turun 26,45 persen (yoy).

Adapun, pada 2020, kanal pemasaran bancassurance mencatatkan premi Rp70,89 triliun, tumbuh 11,73 persen (yoy) dari sebelumnya Rp62,45 triliun. Kanal itu pun menyumbangkan premi terbesar bagi industri asuransi jiwa dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan menjelaskan bahwa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memengaruhi perolehan premi industri. Sulitnya aktivitas tatap muka membuat pemasaran secara langsung seperti melalui kanal keagenan sempat terhambat.

Pemerintah telah menerbitkan relaksasi pemasaran produk unit-linked secara langsung melalui sarana digital, kebijakan itu dinilai efektif menekan laju perlambatan pemasaran melalui keagenan. Namun, kinerjanya belum mampu terjaga di tingkat yang sama sehingga masih terjadi koreksi.

"Sementara itu, di tengah PSBB yang sulit perbankan tetap bisa berkomunikasi dengan nasabah-nasabahnya, sehingga kanal bancassurance bisa mempertahankan perolehan premi. Ini menarik terjadi pada 2020," ujar Fauzi dalam konferensi pers paparan kinerja industri asuransi jiwa 2020, Selasa (9/3/2021).

Petugas pemasaran di perbankan dinilai mampu menjangkau nasabah-nasabah yang belum memiliki asuransi, sehingga kanal bancassurance relatif mampu menjaga pendapatan premi lanjutan sambil mengakuisisi premi baru. Lain halnya, para agen asuransi memiliki tantang lebih besar dalam menjangkau calon nasabah tanpa adanya tatap muka.

Sementara itu, jalur digital yang tergolong dalam kanal pemasaran lainnya memang semakin diminati masyarakat, khususnya untuk produk-produk asuransi sederhana. Meskipun begitu, kanal lainnya ini belum mampu bertahan di tengah terpaan dampak pandemi Covid-19. 

"[Perolehan premi] dari kanal digital belum besar, kami ingin mendapatkan dorongan regulasi lebih untuk menunjang kanal digital ke depannya. Digital ada improvement, tapi perlu waktu," ujar Fauzi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aaji asuransi jiwa premi asuransi
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top