Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Amar Andalkan Ekspansi Kredit Digital

Sistem informasi Bank Amar justru didesain untuk dapat menyalurkan kredit lebih agresif untuk segmen nonbankable. Perseroan mengandalkan penyimpanan dan pengelolaan data berbasis cloud computing, untuk dapat lebih presisi dan cepat dalam melakukan analisa kredit.
Khadijah Shahnaz & M. Richard
Khadijah Shahnaz & M. Richard - Bisnis.com 12 April 2021  |  20:20 WIB
Bank Amar - Istimewa
Bank Amar - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Transformasi perbankan nasional menjadi bank digital semakin marak. Tidak Tanggung-tanggung, pelaku industri perbankan rela merogoh kocek dalam untuk alokasi pengembangan teknologi informasi.

PT Bank Amar Tbk. merupakan salah satu bank umum yang bertransformasi menjawab kebutuhan solusi keuangan digital masyarakat.

Alih-alih bergantung pada akuisisi nasabah penabung, bank milik konglomerasi Tolaram Group Inc. ini justru lebih mengandalkan pada ekspansi kredit berbasis teknologi.

"Saat ini banyak bank digital yang fokus pada akuisisi nasabah tabungan. Soal penyaluran kredit itu masalah lain. Kami sudah siap untuk itu," kata Vishal Tulsian, Presiden Direktur PT Bank Amar Tbk. dalam wawancara eksklusif Bisnis Indonesia, Jumat (9/12/2021).

Vishal mengatakan penyaluran kredit adalah sumber utama pendapatan perbankan. Lagi pula, isu ekonomi nasional saat ini adalah ekspansi kredit yang masih sangat moderat, di tengah kebutuhan masyarakat khususnya non-bankable yang sangat kuat terhadap pembiayaan.

Dia menegaskan sistem informasi Bank Amar justru didesain untuk dapat menyalurkan kredit lebih agresif untuk segmen nonbankable.

Perseroan mengandalkan penyimpanan dan pengelolaan data berbasis cloud computing, untuk dapat lebih presisi dan cepat dalam melakukan analisa kredit.

"Kami mendapat keuntungan early bird dalam menjadi digital banking. Kami sudah dapat menggunakan cloud. Kami menjadi bank pertama yang telah menggunakan Google Cloud," sebutnya.

Vishal menyampaikan ekspansi nasabah penabung yang kuat dari bank digital kompetitor justru tak akan membuat Bank Amar kesulitan. Bahkan setiap akuisisi nasabah baru non-bankable dari competitor akan menjadi peluang pasar juga bank perseroan.

"Setiap nasabah baru akan tercatat pada sistem Bank Indonesia. Artinya, data nasabah baru tersebut pun akan mampu kami baca," imbuhnya.

Kendati demikian, Vishal menyampaikan penggalangan dana masyarakat Bank Amar juga akan lebih ditingkatkan lagi pada masa pemulihan tahun ini.

Perseroan menyiapkan fitur tabungan khusus yang membantu masyarakat untuk dapat lebih mudah mengatur tabungan, pengeluaran, dan investasinya.

Fitur tabungan yang lebih presisi dan memudahkan ini pun akan membantu perseroan lebih baik dalam melakukan analisis likuiditas yang pada akhirnya mendorong menekan beban pembiayaan pada debitur kredit.

Adapun, outstanding kredit emiten berkode AMAR pada kuartal ketiga tahun lalu tercatat Rp1,76 triliun. Kredit ini sudah tersalurkan pada 63 persen segmen produktif, sedangkan sisanya pada segmen konsumtif.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit Bank Amar Bank Digital
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top