Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KB Bukopin Syariah Kembali Berkolaborasi dengan Muhammadiyah

Bank KB Bukopin Syariah menawarkan produk pendanaan dan pembiayaan dengan skim syariah, khususnya untuk membangun sebuah sistem informasi keuangan Muhammadiyah.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 28 September 2021  |  12:34 WIB
KB Bukopin Syariah Kembali Berkolaborasi dengan Muhammadiyah
Karyawan melayani nasabah yang akan membuka deposito di Bank Bukopin Syariah, Jakarta, Kamis (11/2/2021). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank KB Bukopin Syariah (KBBS) meningkatkan kerja sama dengan Muhammadiyah melalui penandatanganan kembali Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding- MoU) antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) dengan perseroan tentang penggunaan jasa/layanan dan produk perbankan syariah.

Direktur Utama KB Bukopin Syariah Dery Januar mengatakan pihaknya bersyukur bisa kembali dipercayai untuk menjadi bank syariah pilihan mitra Muhammadiyah.

“Semoga dengan adanya penandatanganan kerja sama ini seluruh anggota Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah dapat segera memanfaatkan produk dan jasa/layanan dari KB Bukopin Syariah,” ujar Dery dalam keterangan resmi pada Selasa (28/9/2021)

Bank KB Bukopin Syariah menawarkan produk pendanaan dan pembiayaan dengan skim syariah, khususnya untuk membangun sebuah sistem informasi keuangan Muhammadiyah secara real time online melalui program cash management/manajemen kas.

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan kesepakatan dalam pelaksanaan ruang lingkup kerja sama sebagai berikut: Layanan Cash Management mencakup solusi pengelolaan likuiditas (liquidity solution), solusi pengumpulan iuran (collection solution), solusi tagihan (receivable solution) dan solusi pembayaran (payable solution).

Selain itu, pemanfaatan produk-produk dana seperti tabungan dan deposito agar dana Muhammadiyah yang ada di giro dapat lebih optimal dengan fasilitas transweep/Zero Balance Account (ZBA) yang dapat memberikan fleksibilitas  bagi nasabah.

Lebih lanjut, Dery menjelaskan dengan adanya MoU ini juga menciptakan pemanfaatan produk-produk pembiayaan yang berdasarkan prinsip syariah dalam rangka pengembangan usaha Muhammadiyah untuk sektor pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan lembaga keuangan syariah beserta produk-produk turunan dalam rangka mendukung kebutuhan para pihak terkait seperti pengurus, karyawan, tenaga pengajar (guru/dosen), siswa/mahasiswa melalui produk pembiayaan konsumer (multijasa pendidikan dan kepemilikan rumah).

Kerja sama usaha/bisnis lainnya yang saling menguntungkan di antara para pihak, di antaranya pembukaan loket Payment Point Online Bank (PPOB) bagi setiap unit amal usaha Muhammadiyah, ataupun dapat melakukan co-branding card bagi para mahasiswa/siswa/santri dilingkungan pendidikan maupun para anggota Muhammadiyah.

“Insya Allah dengan adanya penandatanganan MoU antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan KB Bukopin Syariah akan memberikan hal positif serta keuntungan bagi kedua pihak. Sampai saat ini, kami bersinergi dengan PP Muhammadiyah dalam mengimplementasikan rencana strategis dalam bidang pendidikan seperti pembangunan universitas dan sekolah serta di bidang kesehatan seperti  rumah sakit, klinik, dan lainnya," tambah Dery.

Dery pun menutup dengan mengatakan kerja sama ini akan memberikan manfaat dan maslahat baik secara langsung dan tidak langsung kepada umat serta masyarakat Indonesia, yang pada akhirnya akan menjadikan industri keuangan syariah sebagai alternatif yang baik, menguntungkan, serta pilihan masyarakat Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah muhammadiyah bank bukopin syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top