Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gelar PE Insidentil, Bank JTrust (BCIC) Pertegas Komitmen Pemegang Saham

Direktur Utama Bank JTrust Ritsuo Fukadai menyatakan bahwa kondisi fundamental perseroan dalam kondisi baik dan dengan posisi permodalan serta likuiditas yang solid.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 29 September 2021  |  21:17 WIB
Gelar PE Insidentil, Bank JTrust (BCIC) Pertegas Komitmen Pemegang Saham
Ilustrasi situs Jtrust Bank - jtrustbank.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Public expose insidentil yang digelar PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) menegaskan bahwa pemegang saham pengendali perseroan berkomitmen dalam pemenuhan modal guna mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

Direktur Utama Bank JTrust Ritsuo Fukadai menyatakan bahwa kondisi fundamental perseroan dalam kondisi baik dan dengan posisi permodalan serta likuiditas yang solid.

“Pemegang Saham Pengendali Perseroan yaitu J Trust Co., Ltd menyatakan komitmen dan dukungan terhadap pemenuhan modal perseroan guna meningkatkan ekspansi bisnis ke sejumlah sektor usaha untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/9/2021).

Sementara itu, terkait dengan rencana aksi korporasi BCIC berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue, manajemen terus berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memenuhi persyaratan serta prosedur yang ditetapkan.

Manajemen BCIC menjelaskan aksi korporasi tersebut bertujuan mengumpulkan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk menambah modal perseroan. Sementara sekitar Rp1,3 triliun merupakan komitmen dari J Trust Group.

“Hal ini mencerminkan bahwa J Trust Co., Ltd. berkomitmen mewujudkan modal Perseroan setidaknya Rp2 triliun pada akhir tahun 2021 dan meningkat Rp3 triliun pada tahun 2022 guna mendukung Perseroan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis manajemen.

Manajemen perseroan juga berharap pemegang saham lainnya turut berpartisipasi dalam PMHMETD. Penjualan saham oleh beberapa pemegang saham dan pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue akan menyebabkan fluktuasi harga saham.

Manajemen meyakini fluktuasi harga saham tersebut bersifat sementara dan dapat kembali normal seiring dengan pertumbuhan bisnis serta meningkatnya profitabilitas perseroan.

Aksi korporasi BCIC ditujukan untuk membangun basis permodalan, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap kinerja saham.

Saat ini, perseroan memiliki rasio kecukupan likuiditas sebesar 149,15 persen serta rasio pendanaan stabil bersih sebesar 169,63 persen untuk posisi akhir Juni 2021.

JTrust juga terus menyalurkan pinjaman secara prudent, meningkatkan simpanan nasabah terutama giro dan tabungan, tetap memprioritaskan kebutuhan nasabah, serta aktif menjalankan beragam kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan.

Hal ini terlihat dari pinjaman yang diberikan (bruto) meningkat menjadi Rp7,72 triliun per Juni 2021 dari Rp6,25 triliun per Desember 2019.

Selain itu, simpanan nasabah juga meningkat menjadi Rp13,70 triliun per Juni 2021 dari Rp12,81 triliun per Desember 2019, diikuti dengan komposisi CASA yang meningkat menjadi 20,75 persen per Juni 2021 dari 14,21 persen per Desember 2019

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modal bank jtrust indonesia emiten bank rights issue
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top