Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AFPI: Fintech Lending Bisa Tumbuh Lebih dari 75 Persen

Penyaluran pinjaman oleh industri fintech peer-to-peer (P2P) saat ini sudah lebih tinggi dari realisasi penyaluran sepanjang tahun lalu yang mencapai sekitar Rp74 triliun.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 23 November 2021  |  13:23 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia(AFPI) memastikan pertumbuhan penyaluran pinjaman sampai dengan akhir tahun ini akan mencapai lebih dari 75 persen.

Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah mengatakan, realisasi penyaluran pinjaman oleh industri fintech peer-to-peer (P2P) saat ini telah berada di kisaran 75 persen lebih tinggi dari realisasi penyaluran sepanjang tahun lalu yang mencapai sekitar Rp74 triliun.

"Tahun ini Rp140 triliun, tapi masih ada November, Desember. Tapi sekarang ini, sudah dapat dipastikan pertumbuhan melebihi 75 persen. Artinya, solusi yang ditawarkan fintech pendanaan bersama ini sudah on track karena salurkan pendanan alternatif," ujar Kuseryansyah, Selasa (23/11/2021).

Menurutnya, industri fintech P2P lending masih dapat tumbuh signifikan di tengah pandemi ini, salah satunya karena didorong oleh adanya pemanfaatan teknologi dan data-data alternatif.

Di sisi lain, potensi masyarakat yang unbanked atau belum memiliki akses terhadap kredit di Indonesia masih sangat besar, sehingga ruang bagi industri fintech P2P lending untuk bertumbuh masih sangat lebar.

Kuseryansyah mengatakan, terdapat kebutuhan pendanaan segmen UMKM sebesar Rp2.650 triliun pada 2019. Dari kebutuhan dana tersebut, baru sekitar Rp1.000 triliun yang dilayani oleh lembaga keuangan konvensional, seperti bank, multifinance, dan modal ventura. Dengan demikian, masih ada gap kebutuhan dana sekitar Rp1.650 triliun yang bisa menjadi potensi pasar fintech P2P lending.

"Ke depan, industri ini kami yakin dengan besarnya kredit gap tadi akan terus meningkat, terus tumbuh," katanya.

Adapun, akumulasi pinjaman yang telah disalurkan sejak industri berdiri sampai saat ini telah mencapai lebih dari Rp260 triliun. Kuseryansyah menuturkan, dari jumlah tersebut sebanyak 58 persen disalurkan kepada sektor produktif.

Sementara itu, dia juga optimistis pertumbuhan penyaluran pinjaman fintech P2P lending tahun depan setidaknya akan berada lebih dari 25 persen.

"Fintech akan tetap tumbuh, tapi tetap akan surut. Tahun-tahun awal bisa tumbuh 500 persen. Tahun ini katakanlah tumbuh 75 persen karena tahun lalu ada pandemi jadi tidak terlalu agresif. Tahun depan kami lihat industri akan tetap tumbuh lebih dari 25 persen," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan fintech pinjol
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top