Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Asuransi Perjalanan Diyakini Membaik pada 2022

Industri pariwisata mulai memperlihatkan pemulihan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Desember 2021  |  10:51 WIB
Wisatawan turun dari kapal penumpang di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta, Minggu (5/12/2021). Penumpang wisata tujuan Pulau Seribu mulai mengalami peningkatan dan berangsur normal di masa pandemi Covid-19 meski gelombang tinggi tengah melanda di perairan menuju Pulau Pramuka. - Antara/Indrianto Eko Suwarso.
Wisatawan turun dari kapal penumpang di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta, Minggu (5/12/2021). Penumpang wisata tujuan Pulau Seribu mulai mengalami peningkatan dan berangsur normal di masa pandemi Covid-19 meski gelombang tinggi tengah melanda di perairan menuju Pulau Pramuka. - Antara/Indrianto Eko Suwarso.

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi mengatakan asuransi perjalanan diprediksi akan meningkat di tahun 2022 seiring dengan tren pariwisata yang membaik di tahun ini.

"Tren pariwisata telah berganti sejak pandemi Covid-19. Salah satunya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengedepankan aspek kualitas di atas kuantitas dalam sektor pariwisata, atau quality tourism dan bukan quantity tourism. Peningkatan protokol kesehatan dan asuransi menjadi jawaban akan hal tersebut," kata Didien dalam jumpa media secara daring, ditulis pada Sabtu (10/12/2021).

"Asuransi berperan penting dalam keadaan apapun, sehingga perlu untuk mengembangkan asuransi perjalanan yang lengkap, baik untuk perjalanan individu maupun berkelompok," imbuhnya.

Lebih lanjut, Didien memaparkan bahwa industri pariwisata mulai memperlihatkan pemulihan.

Hal ini antara lain terlihat dari naiknya animo masyarakat untuk bepergian. Data Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mencatat kenaikan hingga 40 persen pada pemesanan perjalanan oleh wisatawan lokal atau dua kali lipat dibandingkan dengan sebelum pembatasan mobilisasi dilonggarkan.

Namun, meski mulai pulih, tren pariwisata telah mengalami perubahan jika dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19.

Dengan aspek keamanan kian menjadi prioritas, permintaan akan asuransi perjalanan dengan proteksi lebih pun ikut meningkat. Asuransi perjalanan dinilai memberikan rasa aman dan percaya diri dalam menghadapi risiko di tengah kondisi pandemi yang tidak menentu.

Chief Technical Officer Zurich Asuransi Indonesia Rismauli Silaban menambahkan, memulihnya tren bepergian harus disertakan dengan perlindungan lebih agar masyarakat dapat bepergian dengan lebih tenang tanpa harus mengkhawatirkan risiko yang mungkin dihadapi.

"Di sinilah asuransi perjalanan memainkan peran pentingnya dalam memberikan masyarakat perasaan aman dan nyaman sejak mulai dari persiapan perjalanan hingga sampai di tujuan," kata Rismauli.

Rismauli menambahkan bahwa Zurich Asuransi Indonesia siap menyediakan solusi perlindungan perjalanan yang komprehensif, dengan mengedepankan kebutuhan nasabah.

Melalui Zurich Travel Insurance, lindungi perjalanan nasabah dari berbagai risiko seperti pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, sakit, hingga risiko yang dapat diakibatkan oleh Covid-19.

Zurich Travel Insurance juga memberikan perlindungan sesuai dengan tipe perjalanan nasabah. Untuk mereka yang memiliki hobi melakukan olah raga ekstrem, perusahaan siap menyediakan asuransi untuk olah raga ekstrem seperti berselancar, menyelam, panjat tebing, maupun olah raga lain seperti golf, dan lain-lain.

"Dalam jangka panjang, terus meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi perjalanan turut berperan penting dalam mendukung proses pemulihan pariwisata di Indonesia," kata Rismauli.

"Tidak hanya itu, masyarakat pun juga dapat merasakan manfaat dari asuransi perjalanan ini yang diharapkan dapat menjadi peluang untuk bertumbuhnya industri asuransi," imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi bali pariwisata asuransi perjalanan

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top