Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Bank Digital (ARTO, BBHI Hingga BBYB) Rontok Jelang Pengumuman Hasil RDG Bank Indonesia

Investor melepas saham bank digital pada perdagangan hari ini, jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada esok siang (24/5).
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  16:42 WIB
Ultimate Shareholder PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) Chairul Tanjung memberikan keterangan pers usai rights issue Allo Bank di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Ultimate Shareholder PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) Chairul Tanjung memberikan keterangan pers usai rights issue Allo Bank di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG)Bank Indonesia, deretan saham bank digital rontok ke zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (23/5/2022) di Bursa Efek Indonesia. PT Bank Jago Tbk. (ARTO) memimpin pelemahan terbesar, diikuti oleh PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI).

RDG Bank Indonesia sendiri dilakukan hari ini dan besok (24/5/2022). Hasil pertemuan pejabat tertinggi bank sentral ini sendiri rencananya akan akan diumumkan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo didampingi anggota Dewan Gubernur BI pada  pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BEI, saham Bank Jago terkoreksi sebesar 6,87 persen menuju level Rp7.800 per lembar pada penutupan hari. Saham emiten bank berkode ARTO ini membukukan volume transaksi sebanyak 25,2 juta dengan nilai turnover Rp204,5 miliar.

Penurunan tersebut membuat bank besutan Jerry Ng dan firma investasi Northstar itu  mengalami penurunan harga saham sebesar 4,29 persen selama sepekan terakhir. Sementara itu, dalam kurun satu bulan, saham ARTO sudah rontok 40 persen.

Berikutnya, saham Allo Bank (BBHI) terpantau melemah 4,36 persen menuju posisi Rp4.830 per saham pada perdagangan hari ini. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 8,4 juta, sementara nilai transaksi Rp41,5 miliar.

Pada pekan lalu, Saham Allo Bank menjadi satu-satunya emiten bank yang masuk ke daftar top losers perdagangan selama periode 17 Mei-20 Mei 2022. Saham bank digital besutan Chairul Tanjung (CT) ini menempati posisi ke-10 top losers.

Di deretan berikutnya, ada saham PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) masuk ke zona merah dengan pelemahan sebesar 4,32 persen menuju level Rp1.330 per saham. Sepanjang perdagangan hari ini, total volume saham BBYB dilego 48,2 juta dengan nilai turnover Rp67 miliar.

Selanjutnya, saham PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) terkoreksi sebesar 2,6 persen ke posisi Rp935 per unit. Disusul oleh PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) yang melemah sebesar 1,02 persen ke Rp1.940 per saham.

Selain deretan bank digital, saham bank-bank berkapitalisasi jumbo juga terkoreksi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 2,26 persen, kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. melemah 1,56 persen, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,34 persen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank jago Bank Digital bank neo commerce Allo Bank
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top