Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beli Bank Maspion (BMAS), KBank Gelontorkan Dana Rp3,19 Triliun

Setelah transaksi akuisisi Bank Maspion (BMAS) selesai, KBank dan KVF akan memiliki tidak kurang dari 67,50 persen dari total saham bank milik konglomerat Alim Markus tersebut.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 30 Mei 2022  |  14:26 WIB
Beli Bank Maspion (BMAS), KBank Gelontorkan Dana Rp3,19 Triliun
Bank Maspion. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kasikornbank Public Company Limited (KBank) menyampaikan bahwa pada hari ini, Senin (30/5/2022), Kasikorn Vision Financial Company Pte Ltd (KVF), yang merupakan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh KBank, telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) untuk menjadi pemegang saham utama PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS). 

KVF akan melakukan transaksi dengan dana investasi tidak melebihi US$220 juta, atau setara dengan Rp3.198.954.000.000 (kurs Rp14.540,70) kepada bank milik Alim Markus tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Thailand pada Senin (30/5/2022), setelah selesainya transaksi ini, KBank dan KVF akan memiliki tidak kurang dari 67,50 persen dari total saham Bank Maspion. 

“Dalam hal ini, akuisisi saham tersebut akan selesai pada saat persetujuan diberikan oleh otoritas terkait. Transaksi ini diharapkan akan selesai pada akhir 2022,” kata Presiden Kasikornbank Pipit Aneaknithi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Thailand, Senin (30/5/2022). 

Adapun para pemegang saham Bank Maspion yang terdiri dari PT Alim Investindo, PT Maspion, PT Husin Investama, PT Maspion Investindo, serta 5 pemegang saham individual telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan KVF terkait penjualan saham Bank Maspion. 

“Berdasarkan ketentuan CSPA, KVF akan melakukan pembelian saham dalam perseroan yang merupakan gabungan dari penjualan saham yang dijual oleh pemegang saham masing-masing,” kata manajemen Bank Maspion dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (30/5/2022). 

Secara rinci, para pemegang saham yang melepas kepemilikannya, yaitu PT Maspion akan menjual sebesar 12,46 persen kepemilikannya, PT Alim Investindo sebesar 8,17 persen, PT Husin Investama sebesar 2,81 persen, PT Maspion Investindo sebesar 2,46 persen, dan 5 pemegang saham individual sebesar 4,11 persen. 

Selain itu, KVF juga akan membeli saham baru dalam rangka Penambahan Modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Dengan demikian, KVF dan KBank memiliki 67,5 persen bagian saham BMAS 

Sementara itu, penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Bank Of Thailand, lalu seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam CSPA telah dipenuhi.

Kemudian, persetujuan OJK atas uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) sehubungan dengan KVF dan Kbank. Lalu, persetujuan pemegang saham perseroan serta pernyataan pendaftaran efektif OJK pasar modal untuk PMHMETD.

Manajemen Bank Maspion menjelaskan bahwa KVF adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh KBank yang saat ini memiliki 9,99 persen saham Bank Maspion.

“Transaksi tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas kepada layanan jasa perbankan oleh perseroan kepada investor-investor Thailand yang telah melaksanakan investasinya di Indonesia,” jelasnya. 

Lebih lanjut, terutama investasi-investasi yang dilakukan di lokasi yang sama dengan lokasi kantor pusat dan jaringan kantor cabang Bank Maspion yang tersebar di beberapa kota besar Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja Bank Maspion. 

“Selain itu, diharapkan pula dapat mendukung perseroan untuk memiliki pondasi yang kuat dalam rangka menyediakan produk dan layanan yang inovatif dan kompetitif,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank maspion alim markus
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top