Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Maaf, Tahun Ini Bank Ina (BINA) Tidak Bagi-bagi Dividen

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Bank Ina Perdana milik konglomerat Salim Grup menutup tahun 2021 dengan membukukan laba tahun berjalan senilai Rp39,75 miliar. Laba ini melesat 105 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode yang sama 2020 sebesar Rp19,37 miliar. 
Ilustrasi Bank/Istimewa
Ilustrasi Bank/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) menetapkan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2021 dengan alasan masih memerlukan tambahan modal.

“Tahun ini tidak membagikan dividen karena masih diperlukan untuk penambahan modal yang akan digunakan untuk pengembangan usaha dan mempersiapkan infrastruktur pengembangan digital,” kata Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu kepada Bisnis, Jumat (3/6/2022). 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, bank milik konglomerat Salim Grup ini menutup tahun 2021 dengan membukukan laba tahun berjalan senilai Rp39,75 miliar. Laba ini melesat 105 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode yang sama 2020 sebesar Rp19,37 miliar. 

Sama halnya dengan tahun lalu, tepatnya pada 16 Juni 2021, RUPS Bank Ina juga tidak melakukan pembagian dividen kepada para pemegang saham. “[Tahun 2021] karena kami masih perlu meningkatkan modal.” 

Sementara itu, pada tahun lalu, Bank Ina menetapkan penggunaan laba bersih sebesar 20 persen senilai Rp3,87 miliar sebagai cadangan wajib. Sedangkan sisanya, yakni setelah dikurangi cadangan wajib, Rp15,5 miliar digunakan untuk memperkuat posisi permodalan.

Selain mengagendakan penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2021, RUPST Bank Ina juga meminta untuk mengangkat kembali anggota dewan komisaris dan direksi perseroan. Daniel mengatakan bahwa tidak ada perubahan di susunan dewan komisaris dan direksi Bank Ina. 

Lebih lanjut, perseroan juga berencana melakukan penambahan modal melalui skema rights issue paling lambat di kuartal IV/2022. 

“Rencana rights issue di semester kedua atau paling lambat di kuartal IV,” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper