Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

CFIN Berambisi Merangsek ke 5 Besar Pemain Leasing Roda Empat

Peringkat CFIN naik dari peringkat 12 pada 2021 menjadi kesembilan pada 2022.
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021). /Antara Foto-Aprillio Akbar.
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021). /Antara Foto-Aprillio Akbar.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) menargetkan dapat menjadi lima besar perusahaan pembiayaan kendaraan roda empat di Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Minggu (26/6/2022), Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, pangsa pasar mobil baru saat ini masih sangat kecil yakni baru mencapai 1,3 persen.

Jika dilihat dari historis pembiayaan pada Juni 2021 atau Juli 2021, rata-rata pembiayaan perseroan hanya Rp200 miliar. Namun, mulai Maret atau April 2022 sudah tumbuh mencapai rata-rata Rp600 miliar.

"Artinya, pertumbuhan ini sudah triple dan angka ini menurut kami masih challenging," ujar Harjanto dikutip dari lampiran risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Clipan Finance.

Menurutnya, potensi pasar mobil masih besar, diukur dengan rasio kepemilikan di Indonesia yang masih rendah yakni 99/1000 dibandingkan dengan Singapura, Malaysia dan Thailand. Oleh karena itu, jika dibandingkan dengan size tersebut maka potensi pasar mobil baru masih besar sekali begitu pun demikian dengan pembiayaan mobil bekas.

"Visi perseroan 5 tahun ke depan setelah mendapat pengarahan dari pemegang saham pengendali [PaninBank] yakni menjadi lima besar perusahaan pembiayaan kendaraan roda empat di Indonesia," katanya.

Dia menyebutkan, menurut data Asosiasi Persusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) peringkat Clipan Finance meningkat dari nomor 12 pada 2021 menjadi nomor 9 pada 2022.

"Strategi yang kami jalankan saat ini membantu ke arah sana termasuk alat berat yang belum kami garap. SDM sudah disiapkan, namun karena alat berat lebih berisiko karena tergantung komoditas. Oleh sebabnya, saat ini kami fokus untuk membesarkan pangsa pasar mobil baru, mobil bekas, dan refinancing," tutur Harjanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper