Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pinjol Akseleran Kucurkan Rp1,3 Triliun di Paruh 2022

Pinjol Akseleran mengandalkan produk invoice financing untuk memperluas bisnisnya.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 31 Juli 2022  |  12:56 WIB
Pinjol Akseleran Kucurkan Rp1,3 Triliun di Paruh 2022
Pinjol Akseleran - Bisnis / Nindya Aldila
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Platform pendanaan bersama (P2P lending) atau  lebih sering disebut pinjaman online (oinjol) PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) menyalurkan pinjaman Rp1,3 triliun sepanjang semester I/2022. Produk pinjol yang paling dominan diserap pasar adalah produk invoice financing.

Sekadar informasi, invoice financing merupakan pinjaman jangka pendek buat UMKM selaku peminjam, berbasis invoice dari klien atau payor yang belum dibayarkan. Produk ini dapat menjadi solusi bagi UMKM untuk tetap menjalankan bisnisnya selama menunggu pembayaran klien.

Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan mengungkap bahwa memperbesar produk invoice financing merupakan strategi dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional selama pandemi Covid-19 dan memitigasi risiko kredit macet.

"Akseleran fokus dengan pinjaman beragunan invoice financing yang porsinya sudah mengalami peningkatan signifikan, dari total portofolio pinjaman 34,1 persen pada 2020, menjadi 80 persen [dari total portofolio] di pertengahan 2022," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (31/7/2022).

Capaian penyaluran pinjaman tengah tahunan ini pun tercatat tumbuh 35 persen (year-on-year/yoy) ketimbang periode sama tahun lalu. Secara kumulatif, capaian ini membawa Akseleran menyalurkan lebih dari Rp5 triliun sepanjang beroperasi.

Saat ini Akseleran sudah mendukung pertumbuhan 3 ribu lebih bisnis UMKM di Indonesia selaku borrower. Adapun, dari sisi outstanding pinjaman tersisa, saat ini jumlahnya mencapai Rp504,96 miliar kepada 1.004 borrower aktif.

"Pencapaian selama enam bulan pertama pada tahun ini cukup menggembirakan, karena rata-rata penyaluran bulanan kami telah menyentuh Rp230 miliar sampai Rp250 miliar," tambahnya.

Ivan menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hanya berada di sisi kuantitas, karena kualitas pinjaman pun terjaga. Buktinya, rasio kumulatif kredit macet atau non performing loan (NPL) Akseleran tetap konsisten di angka 0,06 persen dari total penyaluran pinjaman, tercatat mengalami penurunan sebanyak 0,03 persen dibandingkan semester I/2021.

Hampir di seluruh kampanye pinjaman yang ditampilkan di platform Akseleran sudah difasilitasi oleh proteksi asuransi kredit yang melindungi 99 persen pokok pinjaman tertunggak, sehingga memberikan optimisme bagi Akseleran untuk dapat menekan angka NPL tetap terjaga rendah di bawah angka 1 persen sampai penghujung tahun nanti.

Ivan mengungkap pihaknya masih optimistis dapat memenuhi targetnya di tahun ini dengan menyalurkan total pinjaman usaha hingga sebesar Rp3,5 triliun atau tercatat nyaris dua kali lipat dari pencapaian kinerja Akseleran di akhir tahun 2021.

Dalam waktu dekat, Akseleran berupaya memperluas penyaluran pinjaman usaha ke wilayah di luar Pulau Jawa, di mana terkini kontribusi terbesar dalam portofolio berada di Kalimantan Timur, Riau, Sumatra Selatan, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

"Akseleran terus membuka pintunya untuk membuka peluang usaha baru melalui kerja sama dengan Lembaga Jasa Keuangan, maupun perusahaan lain-lain dengan skema loan channelling. Kami juga selalu memperhatikan kualitas kredit yang baik dengan secara konsisten memberikan penilaian kredit yang prudent dan berfokus kepada penilaian kekuatan arus kas calon peminjam," tutup Ivan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akseleran pinjol
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top