Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BTN (BBTN) Targetkan DPK dari Tabungan BTN Bisnis Tembus Rp7 Triliun

Bank BTN menargetkan hingga akhir tahun Tabungan BTN Bisnis dapat menghimpun DPK sebesar Rp7 triliun. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 04 September 2022  |  22:29 WIB
BTN (BBTN) Targetkan DPK dari Tabungan BTN Bisnis Tembus Rp7 Triliun
Pengunjung mencari informasi di stan Bank BTN pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memperkenalkan produk Tabungan BTN Bisnis ke berbagai kota, guna meningkatkan jumlah dana pihak ketiga (DPK). 

Melalui produk Tabungan BTN Bisnis, emiten perbankan berkode saham BBTN tersebut menyasar pelaku bisnis dari berbagai segmen dan sektor usaha baik yang berada di industri hulu maupun hilir, khususnya UMKM.

BBTN menargetkan hingga akhir tahun Tabungan BTN Bisnis dapat menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp7 triliun. 

Direktur Distribution & Funding Bank BTN Jasmin mengatakan perseroan baru saja menggelar roadshow Tabungan BTN Bisnis di Semarang, Jawa Tengah. Lewat kegiatan road show tersebut diharapkan mampu menarik para pengusaha di wilayah Jawa Tengah untuk memanfaatkan produk  yang didesain khusus bagi pebisnis. 

Sejak diluncurkan pada Maret 2022, Tabungan BTN Bisnis telah meraup Value of Account atau VOA sekitar Rp 1,6 triliun dari lebih dari 21.485 jumlah rekening tabungan. Hingga akhir 2022 ini, diharapkan mampu memperoleh dana sekitar Rp7 triliun.

"Untuk di Jawa Tengah sendiri, kami menargetkan setidaknya mampu memperoleh dana Rp1 triliun, karena Jawa Tengah ini wilayahnya besar dan potensial, selain itu kabupaten kota juga banyak," kata Jasmin dalam siaran pers, Minggu (4/9/2022). 

dia mengatakan di Jawa Tengah banyak terdapat kawasan bisnis baik berupa pasar maupun pusat perdagangan. BTN berharap Road Show Tabungan BTN Bisnis di Semarang ini mendapatkan respons yang baik dari para pengusaha di Jawa Tengah. 

Tabungan BTN Bisnis merupakan inisiatif strategis Bank BTN untuk peningkatan Dana Pihak Ketiga ritel melalui pengembangan Current Account and Saving Account (CASA) berbasis transaksional. 

Tabungan BTN Bisnis ini memberikan kemudahan transaksi kepada segmen pebisnis seperti SME, perdagangan, property dan lain-lain, baik secara individu maupun secara institusi. 

Benefit lain yang ditawarkan kepada pengusaha dengan produk ini adalah besaran limit transaksi, yaitu nilai transfer antar rekening BTN maupun bank lain lebih besar daripada tabungan biasa. Selain itu Tabungan BTN Bisnis masih menerapkan bebas biaya transfer dan administrasi.

Produk ini menawarkan bunga 1,75 persen untuk tabungan di atas Rp1 miliar dan kemudahan mendapatkan kredit usaha dan KPR bagi nasabah yang bergabung dengan produk ini.

"Juga di Tabungan BTN Bisnis itu memberikan rincian informasi terkait transaksi bisnis yang detail, misalnya mencantumkan identitas pengirim dana dan informasi metode transaksi yang masuk, apakah dengan QRIS atau EDC dan sebagainya," kata Jasmin. 

Jasmin mengungkapkan, untuk wilayah Jateng-DIY hingga Agustus 2022, Bank BTN mencatat Tabungan BTN Bisnis telah meraup Value of Account sebesar Rp136,196 miliar. Sedangkan jumlah tabungan atau NOA sebanyak 2.857 rekening. 

Adapun target DPK, lewat seluruh produk, di Jateng-DIY pada 2022 sekitar Rp7,3 triliun. Realisasinya per Agustus 2022 tercapai sekitar Rp5,4 triliun yang terdiri tabungan sekitar Rp2,75 triliun dan deposito sekitar Rp2,68 triliun.

BTN menyasar ekosistem perumahan, pengusaha, toko bangunan, UMKM, dan tidak menutup kemungkinan pengusaha lain di Jawa Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn bbtn BUMN perbankan dpk
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top