Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

RBC 7 Reasuransi Nasional Kuartal III/2022, Ada yang Negatif!

PT Reasuransi Maipark Indonesia mencatatkan RBC paling tinggi pada kuartal III/2022, yakni sebesar 1.082,23 persen.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 21 November 2022  |  12:15 WIB
RBC 7 Reasuransi Nasional Kuartal III/2022, Ada yang Negatif!
Logo Indonesia RE
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak enam dari tujuh perusahaan reasuransi telah mengumumkan kinerja keuangan periode September 2022 di website perusahaan. Salah satu poin yang ditampilan dalam laporan keuangan adalah dengan rasio solvabilitas atau risk-based capital (RBC). Hasilnya? beragam. Lantas, bagaimanakah kondisi RBC reasuransi di Tanah Air.

Berdasarkan pantauan Bisnis ke laman masing–masing Reasuransi pada Senin, (21/11/2022), sebanyak enam perusahaan reasuransi yang telah mempublikasikan kinerja keuangannya di website perusahaan yakni PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) alias Marein, PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re), PT Reasuransi Maipark Indonesia (Maipark), PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re/Nasre), PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), dan PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re). 

Sementara itu, PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi atau (Inare) terpantau belum mengunggah laporan keuangan kuartal III/2022 di laman resminya. Meski demikian dalam laporan terakhir per Juni 2022, RBC yang dimiliki Inare berada pada level 2.026 persen.

Dengan mengacu publikasi laporan keuangan yang tersedia, PT Reasuransi Maipark Indonesia mencatatkan RBC paling tinggi pada kuartal III/2022, yakni sebesar 1.082,23 persen. Posisi ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai di level 1027,09 persen.

Sementara itu, PT Reasuransi Nasional Indonesia menjadi perusahaan reasuransi yang paling mengalami penurunan. RBC yang dimiliki cucu usaha Indonesia Financial Group (IFG) ini berada pada level kontraksi yakni sebesar –38,88 persen pada kuartal III/2022.  Berbanding terbalik dengan periode September 2021 yang mampu mencapai 121,32 persen.

Ketentuan yang tertuang di dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 71/POJK.05/2016  tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, OJK mewajibkan semua perusahaan asuransi memiliki tingkat solvabilitas atau RBC minimal sebesar 120 persen.

 

Berikut adalah daftar RBC dari masing-masing perusahaan reasuransi pada kuartal III/2022:

  • PT Reasuransi Maipark Indonesia

Maipark, perusahaan reasuransi yang menspesialisasikan dirinya dalam gempa bumi dan risiko tertentu itu memiliki tingkat kesehatan atau RBC yang paling tinggi pada kuartal III/2022. Sampai dengan akhir September 2022, PT Reasuransi Maipark Indonesia mencatatkan kenaikan RBC menjadi 1.082,23 persen. Jika dibandingkan dengan kuartal III/2021, perusahaan reasuransi ini hanya memiliki RBC sebesar 1.027,09 persen.

  • PT Maskapai Reasuransi Indonesia

Posisi kedua ditempati oleh PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. atau yang dikenal dengan sebutan Marein (MREI). Perusahaan reasuransi yang sahamnya juga dimiliki oleh AJB Bumiputera 1912 ini mencatatkan RBC sebesar 236,7 persen. Meski mengalami penurunan secara tahunan (year-on-year/yoy) dari semula bernilai 268 persen pada kuartal III/2021, RBC PT Maskapai Reasuransi Indonesia masih jauh berada di atas ketentuan OJK.

  • PT Tugu Reasuransi Indonesia

Selanjutnya adalah PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Reasuransi) dengan RBC yang diperoleh sebesar 201 persen pada akhir September 2022. Posisi ini menurun dari periode yang sama tahun lalu mampu mencapai 213 persen.

  • PT Reasuransi Nusantara Makmur

Mengekor di belakangnya, PT Reasuransi Nusantara Makmur atau Nusantara Re juga mengalami penurunan RBC namun tetap berada di atas ketentuan OJK, yakni mampu mencapai 173,72 persen pada kuartal III/2022.

  • PT Reasuransi Indonesia Utama

Berikutnya, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mencatatkan tingkat kesehatan atau RBC sebesar 128,24 persen. Perusahaan reasuransi raksasa milik negara (BUMN) hasil merger PT Reasuransi Internasional Indonesia ke dalam PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) ini mengalami penurunan RBC jika dibandingkan pada kuartal III/2021 yang berada di level 203,40 persen.

  • PT Reasuransi Nasional Indonesia

Posisi keenam diisi oleh PT Reasuransi Nasional Indonesia atau Nasional Re yang mengalami kontraksi pada RBC mencapai 38,88 persen sampai dengan kuartal III/2022. Posisi ini berbanding terbalik dengan periode yang sama 2021 yang mampu memperoleh RBC sebesar 121,32 persen.

  • PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi

Sampai dengan kuartal II/2022, perusahan reasuransi PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi atau INARE mencatatkan RBC sebesar 2.026 persen. Perusahaan belum memiliki perbandingan kinerja dengan posisi yang sama tahun lalu, sebab PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi merupakan perusahaan reasuransi yang baru mendapatkan izin beroperasi dari OJK pada 17 Januari 2022.

Adapun, jika dibandingkan dengan periode Maret 2022, RBC INARE turun dari semula berada di level 4.368 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reasuransi Nasional Re Indonesia Re maipark marein
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top