Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba 7 Perusahaan Reasuransi Kuartal III/2022, Siapa Tumbuh Paling Tinggi?

Perusahaan reasuransi yang memperoleh persentase laba tertinggi sampai dengan kuartal III/2022 adalah PT Tugu Reasuransi Indonesia (TuguRe)
Karyawati beraktivitas di kantor PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) di Jakarta, Senin (6/3)./JIBI-Dwi Prasetya
Karyawati beraktivitas di kantor PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) di Jakarta, Senin (6/3)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Laporan keuangan kuartal III/2022 enam dari tujuh reasuransi di Tanah Air telah dipublikasikan dalam web masing–masing perusahaan. Dalam capaian itu terpantau, reasuransi mengalami kinerja beragam. Sebagian mencatatkan laba tiga digit, sedangkan lainnya jatuh pada posisi rugi per 30 September 2022. 

Berdasarkan pantauan Bisnis, Senin (21/11/2022), enam perusahaan reasuransi yang telah mempublikasikan kinerja keuangannya dalam web perusahaan adalah PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) alias Marein, PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re), PT Reasuransi Maipark Indonesia (Maipark), PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re/Nasre), PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), dan PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re). 

Sementara itu, PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi atau Inare terpantau belum merilis laporan keuangan kuartal III/2022 di laman resminya. 

Berikut perusahaan reasuransi dengan persentase laba tertinggi hingga terendah per kuartal III/2022?  

  • PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure)

Perusahaan reasuransi Tugure menjadi perusahaan dengan laba tertinggi sampai dengan kuartal III/2022. Tercatat laba Tugu Reasuransi Indonesia melonjak 255,6 persen secara tahunan. Alhasil, laba setelah pajak Tugu Reasuransi menjadi Rp58,7 miliar dari periode yang sama 2021 dengan laba Rp16,5 miliar. Perolehan laba tersebut berasal dari premi bruto perusahaan yang tumbuh 32,2 persen jika dibandingkan dengan kuartal III/2021 yang mencapai Rp1,2 triliun kini menjadi Rp1,6 triliun.

 

  • PT Reasuransi Maipark Indonesia

Posisi ketiga ditempati oleh PT Reasuransi Maipark Indonesia dengan pertumbuhan laba mencapai 108,1 persen yoy pada kuartal III/2022. Perusahaan mampu membukukan laba setelah pajak dari Rp16,5 miliar menjadi Rp34,3 miliar. Pertumbuhan laba PT Reasuransi Maipark Indonesia salah satunya ditopang oleh kenaikan premi bruto sebesar 10,4 persen yoy menjadi Rp122,84 miliar.

 

  • PT Maskapai Reasuransi Indonesia

Perusahaan reasuransi dengan pertumbuhan laba tertinggi selanjutnya adalah PT Maskapai Reasuransi Indonesia. Perusahaan yang salah satu pemegang sahamnya adalah AJB Bumiputera 1912 ini mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 24,71 persen yoy. Laba tersebut naik dari sebelumnya bernilai Rp29,9 miliar menjadi Rp37,29 miliar. Salah satu penopang laba Marein (MREI) adalah premi bruto yang naik 17,47 persen yoy menjadi Rp1,66 triliun.

 

  • PT Reasuransi Indonesia Utama

Mengekor di belakangnya ada PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re yang mampu meraup laba sebesar Rp32,95 miliar. Laba yang diperoleh Indonesia Re terpantau mengalami penurunan sebesar 67,21 persen yoy dari sebelumnya mampu membukukan laba senilai Rp100,29 miliar pada kuartal III/2021. Penurunan laba tersebut salah satunya disebabkan menurunnya premi bruto yang menjadi Rp4,76 triliun dari sebelumnya mencapai Rp4,95 triliun.

 

  • PT Reasuransi Nasional Indonesia

Selanjutnya, PT Reasuransi Nasional Indonesia atau Nasional Re mencatatkan penurunan laba mencapai 91,38 persen secara tahunan. Dengan demikian, laba Nasional Re tercatat menjadi Rp15,37 miliar, dari periode yang sama 2021 mampu mencapai Rp178,36 miliar.

  • PT Reasuransi Nusantara Makmur

Penurunan laba di perusahaan reasuransi juga terjadi di PT Reasuransi Nusantara Makmur atau Nusantara Re. Sampai dengan kuartal III/2022, Nusantara Re turun 46,6 persen yoy dari Rp7,99 miliar menjadi Rp4,26 miliar.

  • PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi

Jika merujuk pada laporan keuangan terakhir yang diunggah di laman resmi, PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi atau Inare mencatatkan rugi setelah pajak mencapai Rp593 juta pada kuartal II/2022. Perusahaan yang baru mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Januari 2022 itu mengalami kenaikan rugi jika dibandingkan dengan posisi Maret 2022 yang mencapai Rp510 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper