Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pinjaman KUR Cair Rp323,13 Triliun, Baru 86,59 persen dari Target

Pemerintah menyebutkan total pinjaman KUR yang cair per 21 November 2022 baru 86,59 persen dari target Rp373,17 triliun.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 30 November 2022  |  10:55 WIB
Pinjaman KUR Cair Rp323,13 Triliun, Baru 86,59 persen dari Target
Karyawati menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (16/8/2022). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau kredit bersubsidi mencapai Rp323,13 triliun hingga 21 November 2022. Jumlah tersebut setara 86,59 persen dari target penyaluran 2022 yang mencapai Rp373,17 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan realisasi KUR tersebut telah disalurkan kepada sebanyak 6,71 juta debitur.

“Melihat pencapaian penyaluran KUR tersebut, pemerintah optimistis target penyaluran KUR minimal dapat mencapai 99 persen sampai dengan akhir tahun 2022,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (30/11/2022).

Dia menyampaikan, outstanding KUR per 21 November 2022 juga tercatat sebesar Rp451 triliun, yang disalurkan kepada 38,85 juta debitur KUR. Dari kucuran jumbo ini, pinjaman dengan posisi kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di level 1,11 persen.

Airlangga menyebut program KUR menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk menanggulangi ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Dia juga menyebutkan membaiknya kondisi perekonomian nasional, pemerintah melakukan penyesuaian terhadap kebijakan KUR yang telah direlaksasi selama pandemi Covid-19.

Pemerintah memutuskan untuk mengembalikan beberapa kebijakan KUR, mulai dari suku bunga KUR Mikro dan KUR Kecil menjadi sebesar 6 persen, kembalinya penetapan penyaluran KUR pada sektor produksi sebesar 60 persen, serta pembatasan total akumulasi plafon KUR Kecil menjadi maksimal Rp500 juta.

Di sisi lain, pemerintah tetap melanjutkan subsidi suku bunga KUR dengan plafon dibawah Rp10 juta sebesar 3 persen, dengan maksimal pengulangan sebanyak dua kali.

“Pemerintah menurunkan tingkat suku bunga KUR Super Mikro menjadi 3 persen demi menghadapi resiko stagflasi serta wujud keberpihakan kepada pekerja terkena PHK dan Ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif,” kata Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan suku bunga 3 persen untuk fitur skema kredit alat dan mesin pertanian (Alsintan) dengan plafon maksimal Rp2 miliar dan tidak dapat dinikmati berulang.

Airlangga menambahkan, penyesuaian kebijakan tersebut juga perlu dilakukan untuk mengoptimalisasi penyaluran KUR agar lebih tepat sasaran, serta mendorong efisiensi anggaran belanja subsidi bunga/subsidi marjin KUR agar tidak membebani kemampuan fiskal pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit usaha rakyat perbankan
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top