Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dominan, Unit-Linked Generali Sumbang 60 Persen Premi

Proporsi kontribusi unit-linked yang direngkuh PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia masih dominan menjadi penyumbang pendapatan.
Karyawan melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mencatat produk Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) alias unit-linked masih mendominasi perolehan premi perusahaan. Pasalnya, proporsi kontribusi unit-linked yang direngkuh mencapai lebih dari 60 persen dari pendapatan premi keseluruhan.

Chief Executive Officer (CEO) Generali Indonesia Edy Tuhirman menyampaikan hingga kuartal III/2022, Generali masih menunjukkan kinerja yang cukup baik, di mana perusahaan mampu membukukan perolehan premi sebesar lebih dari Rp2,2 triliun. Artinya, Generali Indonesia mampu mencatatkan premi untuk produk unit-linked di kisaran lebih dari Rp1,32 triliun pada kuartal III/2022.

“Untuk produk unit-linked, hingga kuartal III/2022 masih mendominasi perolehan premi. Proporsi kontribusi unit-linked dibandingkan produk lain di atas 60 persen,” kata Edy kepada Bisnis, Kamis (5/1/2023).

Sementara dari sisi laba sebelum pajak milik Generali Indonesia tercatat tumbuh 216 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Selain itu, kata Edy, premi lanjutan perusahaan juga terus tumbuh yang berarti nasabah dan masyarakat masih terus mempercayakan proteksinya kepada Generali.

Adapun untuk menghadapi tantangan 2023, Edy menuturkan Generali Indonesia juga telah menyiapkan strategi dari sisi produk sesuai dengan perkembangan kebutuhan proteksi di setiap segmen, baik konvensional maupun syariah

“Hal yang terpenting bagi kami adalah sebanyak mungkin masyarakat memiliki akses asuransi. Sesuai dengan regulasi terbaru terkait unit-linked, kami juga telah melakukan pengembangan untuk menyesuaikan produk yang kami miliki dengan regulasi tersebut,” tuturnya.

Menurut Edy, meningkatnya demand masyarakat terhadap asuransi merupakan dampak dari pandemi. Oleh sebab itu, perusahaan yang merupakan bagian dari Generali Group itu akan terus menghadirkan inovasi, di mana proses nasabah dalam memiliki asuransi di Generali sudah digital sehingga lebih mudah untuk dijangkau.

Di samping itu, Generali juga secara konsisten memperhatikan berbagai aspek, salah satunya dari sisi pre-sales, yakni melakukan edukasi terkait penting asuransi di tengah risiko yang masih tinggi. Tak hanya itu, aspek penjualan inovasi dari sisi produk untuk berbagai segmen nasabah dan simplifikasi proses pembelian juga terus dikembangkan perusahaan.

“Ada pula fitur yang bisa digunakan setelah nasabah memiliki asuransi, seperti aplikasi Gen iClick yang dapat digunakan untuk nasabah mengakses informasi, melakukan transaksi dan mengajukan klaim secara online, serta memberikan akses kesehatan telemedicine dan tebus obat online kepada nasabah, dan berbagai kemudahan lainnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper