Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BTN (BBTN) Pasarkan Produk Bancassurance IFG Life, Jalankan Skema Virtual JV

BTN akan memasarkan produk bancassurance milik IFG Life. Kerja sama ini merupakan upaya sinergi BUMN dengan skema virtual JV.
Direktur Utama IFG Life Harjanto Tanuwidjaja (dua dari kiri) dan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (dua dari kanan) menunjukkan perjanjian induk kerjasama bancassurance kedua perusahaan disaksikan Wakil Menteri BUMN Rosan Roeslani (kiri) dan Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko (paling kanan)./Bisnis - Rika A.
Direktur Utama IFG Life Harjanto Tanuwidjaja (dua dari kiri) dan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (dua dari kanan) menunjukkan perjanjian induk kerjasama bancassurance kedua perusahaan disaksikan Wakil Menteri BUMN Rosan Roeslani (kiri) dan Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko (paling kanan)./Bisnis - Rika A.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menjalin kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) untuk memasarkan produk bancassurance. Produk proteksi ini menyasar nasabah wealth management. BTN dan IFG juga akan mengembangkan kerja sama asuransi jiwa kredit (AJK) yang menyasar debitur kredit pemilikan rumah (KPR) hingga kerja sama asuransi karyawan dengan skema virtual joint venture (JV).

Dalam skema virtual JV ini, tidak ada penyetoran modal karena seluruh liabilitas masuk jadi tanggung jawab IFG Life. Akan tetapi, dalam skema ini jika tercipta keuntungan akan dilakukan pembagian antara BTN dan IFG life.

Direktur Utama IFG Life Harjanto Tanuwidjaja mengatakan kerja sama ini menjadi model integrasi produk dan model distribusi untuk segmen massal dengan proses onboarding. Periode kerja sama ini akan berjalan selama 15 tahun dan dilakukan evaluasi setiap 5 tahun. Nantinya, IFG Life akan mengembangkan ragam produk dan rencana untuk bersama-sama membangun aplikasi gaya hidup untuk melibatkan pelanggan.

“Ini merupakan suatu terobosan yang inovatif dan menjadi solusi yang strategis dan saling menguntungkan dari kedua belah pihak, utamanya adalah memberikan nilai tambah yang positif kepada nasabah BTN dalam penyediaan asuransi jiwa yang berkualitas dan terjangkau,” ujar Harjanto dalam acara Penandatangan Perjanjian Induk Kerja Sama Bancassurance antara PT BTN dengan IFG Life di Jakarta, Rabu (6/9/2023).

Direktur Utama IFG, (induk dari IFG Life) Hexana Tri Sasongko mengatakan kerja sama ini merupakan langkah awal yang strategis bagi IFG Life dalam rangka pengembangan bisnis ke depan. Hexana menuturkan bahwa sesuai dengan misi perusahaan, IFG mempunyai agenda untuk mengembalikan asuransi pada khitahnya sebagai proteksi.

“Belajar dari pengalaman di masa lalu, di mana ada miss komunikasi sehingga terjadi kesalahan persepsi dalam perasuransian, maka ini salah satu misi untuk penguatan dan perbaikan industri asuransi,” tuturnya.

Pihaknya juga terus mendorong agar IFG Life dapat meraih kerja sama serupa, dalam rangka mendorong anggota holding tersebut menjadi perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia.

“Langkah ini juga membuktikan bahwa IFG Life mampu menjamin keberlangsungan nilai tambah bagi segenap stakeholder melalui pengembangan bisnis yang prospektif ke depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kerja sama ini akan terus mengembangkan beragam produk dan rencana pengelolaan keuangan yang menguntungkan dan perlu bagi nasabah.

“Sehingga secara korporasi kami perlu siapkan dengan membangun aplikasi gaya hidup sesuai kebutuhan masyarakat modern,” jelas Nixon.

Nantinya, nasabah akan memperoleh beragam manfaat dengan adanya produk yang relevan untuk memenuhi kebutuhan mereka, produk yang transparan, produk proteksi yang terjangkau, dan tidak adanya biaya yang berlebihan.

Sedangkan Wakil Menteri BUMN Rosan Roeslani mengatakan bahwa kerja sama pertama yang melibatkan Bank Himbara antara IFG Life dan BTN.

“Saya harapkan kerja sama ini terus berjalan dengan baik, terutama BTN sebagai bank terbesar dalam hal KPR ini diharapkan bisa memberikan manfaat lebih,”

Menurutnya, Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi yang rata-rata masih muda.

“Kalau kita tidak bisa memanfaatkan bonus demografi, ini bisa menjadi bencana demografi dan kepemilikan KPR menjadi salah satu tujuan utama dari masyarakat, terutama anak muda,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper