Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Bangkrut Bertambah Lagi, LPS Punya Dana Rp211 Triliun Agar Nasabah Tak Khawatir

embaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan nasabah di bank bangkrut dan menyiapkan dana hingga Rp211 triliun agar nasabah tidak khawatir.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers pada Selasa (30/1/2024)/Tangkapan layar Youtube
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers pada Selasa (30/1/2024)/Tangkapan layar Youtube

Bisnis.com, JAKARTA — Bank bangkrut di Indonesia bertambah lagi pada tahun ini. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan nasabah di bank bangkrut tersebut dan menyiapkan dana hingga Rp211 triliun agar nasabah tidak khawatir. 

Bank bangkrut terbaru tahun ini adalah PT BPR Usaha Madani Karya Mulia. Bank perekonomian rakyat (BPR) yang berbasis di Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah itu dicabut izin usahanya oleh OJK mengacu Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-18/D.03/2024 tanggal 5 Februari 2024 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Usaha Madani Karya Mulia.

"Pencabutan izin usaha BPR Usaha Madani Karya Mulia merupakan bagian tindakan pengawasan yang dilakukan OJK untuk terus menjaga dan memperkuat industri perbankan serta melindungi konsumen," tulis OJK dalam pengumumannya pada Senin (5/2/2024).

Sebelumnya, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda) bangkrut dan dicabut izin usahanya oleh OJK akibat pengelolaan bank yang tidak sehat. 

Pencabutan izin usaha BPRS Mojo Artho dilakukan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Nomor KEP-13/D.03/2024 tanggal 26 Januari 2024 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda) terhitung sejak 26 Januari 2024.

OJK juga telah mencabut izin usaha Koperasi BPR Wijaya Kusuma melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-1/D.03/2024 tanggal 4 Januari 2024 tentang Pencabutan Izin Usaha Koperasi Bank Perkreditan Rakyat Wijaya Kusuma. Sebelumnya, bank tersebut mengalami masalah tata kelola dan berstatus bank dalam penyehatan serta bank dalam resolusi.

Adapun, sepanjang tahun lalu atau pada 2023 terdapat empat kasus bank bangkrut. Deretan bank bangkrut pada 2023 itu yakni BPR Persada Guna, BPR Indotama UKM Sulawesi, BPR Rakyat Bagong Inti Marga (BPR BIM), dan Perumda BPR KRI.

Dalam kurun waktu lima tahun sejak 2019, maka total sudah ada 33 bank yang bangkrut di Indonesia. Adapun, jika ditarik sejak 2005, maka total ada 125 bank bangkrut di Tanah Air.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan memang setiap tahunnya rata-rata terdapat 6-7 bank yang bangkrut. "Utamanya karena mismanagement," ujarnya dalam acara Konferensi Pers Penetapan Tingkat Suku Bunga Penjaminan LPS pada pekan lalu (30/1/2024).

Meski begitu, menurutnya masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, LPS menjamin simpanan nasabah di bank bangkrut tersebut.

"Tahun 2024 ini ada beberapa bank yang sedang dalam proses pembayaran. Jadi pada dasarnya setelah diserahkan oleh OJK, dalam lima hari pertama sudah sebagian besar diatasi," katanya.

Ia juga menyatakan LPS memiliki dana Rp211 triliun. "Kita berupaya mencegah adanya keresahan di masyarakat, ada anggapan jangan-jangan LPS enggak punya duit. Padahal kan kita kaya," ujarnya.

Ia mengatakan LPS selalu menjaga agar masyarakat tenang dan memastikan penjaminan simpanan nasabah di bank berlangsung dengan tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper