Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

UOB Indonesia Pasang Target Agresif Kartu Kredit usai Akuisisi Bisnis Citibank

PT Bank UOB Indonesia mulai menyelenggarakan beragam program yang terintegrasi antarnegara hingga loyalty programme untuk para pemegang kartu debit.
Pengunjung memperoleh penjelasan dari tim Wealth Management PT Bank UOB Indonesia mengenai update pasar terbaru dan wawasan investasi yang mendalam./Bisnis/Himawan L Nugraha.
Pengunjung memperoleh penjelasan dari tim Wealth Management PT Bank UOB Indonesia mengenai update pasar terbaru dan wawasan investasi yang mendalam./Bisnis/Himawan L Nugraha.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank UOB Indonesia makin agresif dalam memasang target peningkatan jumlah kartu kredit usai grupnya mengakuisisi consumer banking Citibank, N.A. 

Head of Cards and Loan UOB Indonesia Herman Soesetyo mencatat per Desember 2023, jumlah kartu yang beredar sudah lebih dari satu juta. Adapun, saat ini perseroan tengah memastikan proses peralihan yang lancar, sehingga nasabah Citibank akan merasakan manfaat yang signifikan saat beralih ke UOB.

“Kami menargetkan pertumbuhannya 100.000 nasabah per tahun. Satu nasabah bisa buat dua tiga kartu [kredit]. Sementara, untuk kredit secara keseluruhan kita sesuaikan dengan jumlah customer yang kita akuisisi tiap tahun” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/4/2024)

Untuk terus menggenjot pertumbuhan, perseroan pun mulai menyelenggarakan beragam program yang terintegrasi antarnegara hingga loyalty programme untuk para pemegang kartu debit.

“Jadi bagi mereka [nasabah] yang punya mobilitas di Asean, ketika mereka mau travel, ada program yang sama di Bangkok, Vietnam atau Jakarta. Artinya kita menciptakan connectivity,” kata Herman. 

Ke depan, UOB akan terus membidik segmen traveling, shopping, dining serta terus menjamin keamanan kartu kredit, termasuk melalui digital platform, di mana nasabah dapat melakukan pemblokiran mandiri apabila kartu hilang. 

Lebih lanjut, meski saat ini banyak opsi metode pembayaran, akan tetapi perseroan yakin bisa mencetak pertumbuhan moncer untuk segmen kartu ini.

Strategi perseroan adalah dengan mengeluarkan jenis kartu baru seiring adanya kebutuhan nasabah yang beragam. 

“Kita memastikan tiap progam memiliki value proporsi yang cocok dengan customer,” imbuhnya.

UOB juga terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menerima pengajuan kartu kredit. Adapun, dia mencatat rasio kredit bermasalah pada segmen kartu kredit berada di bawah 5%

“Approval rate kita bisa kurang lebih 25%, jadi benar-benar selektif,” ujar Herman.

Sebagai informasi, UOB Indonesia telah mengumumkan soal penyelesaian akuisisi bisnis perbankan konsumer Citigroup di Indonesia dan integrasi penuh aset dan liabilitas Citibank Indonesia ke UOB Indonesia pada tahun lalu, yakni Rabu (6/12/2023).  

Direktur Utama UOB Indonesia Hendra Gunawan menyebut dampak dari proses akuisisi tersebut membuat jumlah nasabah UOB bertambah menjadi lebih dari 1 juta sekaligus mendapat tambahan karyawan sebanyak 1.000 orang dari pengalihan atas bisnis consumer Citibank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper