Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan atau leasing PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) atau Adira Finance mencatatkan laba senilai Rp1,4 triliun pada 2024.
Sementara itu, perusahaan mencatatkan laba senilai Rp1,94 triliun pada tahun sebelumnya. Dikutip dari laporan keuangan perusahaan di keterbukaan informasi kepada BEI pada Minggu (16/2/2025), Adira Finance mencatatkan peningkatan pendapatan mencapai 5,06% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp9,98 triliun pada 2024. Pada 2023, perusahaan mencatat total pendapatan Rp9,5 triliun.
Di sisi lain, total beban yang harus ditanggung perusahaan juga turut meningkat menjadi Rp8,2 triliun. Angka tersebut naik sebesar 17,08% yoy dari sebelumnya Rp7,03 triliun.
Di sisi ekuitas, Adira Finance mencatatkan ekuitas sebesar Rp11,55 triliun pada 2024. Ekuitas yang dimiliki perusahaan sedikit menguat 3,98% yoy apabila dibandingkan dengan Rp11,1 triliun pada 2023. Sementara itu liabilitas yang ditanggung perusahaan mencapai Rp21,03 triliun, yang mana juga mengalami peningkatan 5,7% yoy dibandingkan Rp19,8 triliun.
Adira Finance mencatatkan kas dan setara kas akhir tahun senilai Rp1,55 triliun pada 2024. Angka tersebut meningkat 8,22% yoy dari sebelumnya Rp1,43 triliun pada 2023.
Terakhir, Adira Finance mencatat total aset Rp32,58 triliun pada 2024. Angka tersebut meningkat 5,09% yoy apabila dibandingkan Rp31 triliun pada 2023. Adapun aset perusahaan di antaranya terdiri dari kas senilai Rp117 miliar. Kemudian kas di bank dan pihak ketiga masing-masing Rp580 miliar dan Rp855 miliar.
Baca Juga
Kemudian piutang pembiayaan konsumen setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai pihak ketiga mencapai Rp20,14 triliun. Piutang pembiayaan murabahah setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai Rp5,5 triliun. Piutang sewa pembiayaan setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai mencapai Rp2,23 triliun.
Dari sisi pembiayaan, Adira Finance mencatat pembiayaan baru sebesar Rp36,6 triliun hingga akhir 2024. Pembiayaan perusahaan masih didominasi oleh sektor otomotif.
Dengan rincian sekitar 80% merupakan penyaluran atas pembiayaan kendaraan baru dan sisa 20%-nya diberikan kepada pembeli kendaraan bekas. Untuk 2025, Adira Finance pun menargetkan peningkatan penyaluran pembiayaan baru sebesar di atas 12-14%.