Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Investor Asing Berebut Bank Mutiara

Bisnis.com, JAKARTA – Dua calon investor telah memenuhi persyaratan dokumentasi dalam divestasi PT Bank Mutiara Tbk sehingga dapat mengikuti tahapan selanjutnya yakni penawaran awal dan uji kelayakan.
Donald Banjarnahor
Donald Banjarnahor - Bisnis.com 12 Juli 2013  |  19:08 WIB
Dua Investor Asing Berebut Bank Mutiara

Bisnis.com, JAKARTA – Dua calon investor telah memenuhi persyaratan dokumentasi dalam divestasi PT Bank Mutiara Tbk sehingga dapat mengikuti tahapan selanjutnya yakni penawaran awal dan uji kelayakan.

Samsu Adi Nugroho, Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), mengatakan dari enam calon investor yang menyatakan minat untuk membeli Bank Mutiara hanya lima entitas yang menyerahkan dokumen persyaratan.

Selanjutnya, tutur dia, LPS telah melakukan penilaian dan prakualifikasi terhadap berkas calon investor yang telah mendaftar. “Berdasarkan hasil penilaian dan prakualifikasi, terdapat dua calon investor yang memenuhi persyaratan administratif, sehingga dapat mengikuti tahapan lebih lanjut,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (12/7/2013).

Meski tidak mau menyebutkan nama calon investor tersebut, dia menjelaskan keduanya bukan berasal dari Indonesia alis tergolong investor asing. “Kedua investor tersebut meminta agar namanya tidak diumumkan dulu,” jelasnya.

Tahapan divestasi selanjutnya adalah penyerahan penawaran awal. Dalam tahapan ini, kedua kandidat pembeli Bank Mutiara tersebut akan menyerahkan nilai harga penawaran. “Sesuai regulasi kami harus menjual Bank Mutiara pada harga minimal Rp6,7 triliun pada tahun ini, sehingga bila penawaran di bawah harga tersebut maka calon investor langsung gugur,” ujarnya.

Pada dua kali proses divestasi Bank Mutiara yang dilakukan pada dua tahun sebelumnya, belum pernah calon investor sampai pada tahapan penawaran awal. Para calon investor tersebut gugur pada tahapan pemeriksaan dokumen karena tidak memenuhi syarat sebagai pembeli Bank Mutiara.

Menurut Samsu, pihaknya masih terus berdiskusi dengan dua orang calon investor tersebut mengenai tenggat waktu (deadline) penyerahan penawaran awal. “Kami berikan pilihan apakah batasnya 1 satu minggu atau 1 bulan,” ujarnya.

Setelah penyerahan penawaran awal, para calon investor tersebut akan mengikuti uji tuntas (due diligence). Dalam tahapan ini akan dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen transaksi serta pertemuan calon investor dengan manajemen Bank Mutiara.

Tahun ini merupakan tahun ketiga divestasi Bank Mutiara  dengan target sesuai biaya penyelamatan atau bail-out senilai Rp6,7 triliun.  Bila pada tahun ini LPS kembali gagal menjual sesuai harga target, maka lembaga tersebut wajib melepas Bank Mutiara  pada harga terbaik pada tahun depan.  

LPS masih yakin dapat menjual Bank Mutiara sesuai  target pada tahun ini karena bank ini mendapatkan pengecualian dari aturan pembatasan kepemilikan saham yang diterbitkan Bank Indonesia.

Dalam aturan tersebut dinyatakan saham bank yang ikut dalam  program penyelamatan LPS, seperti Bank Mutiara bisa diakuisisi hingga 100%. Ketentuan tersebut berbeda dengan bank umum lainya karena akuisisi saham hanya  bisa dilakukan hingga 40%.    

“Bila pemilik baru Bank Mutiara bisa menjaga tingkat kesehatan  dan good corporate governance pada level yang bagus maka dia miliki memiliki  100% saham hingga seterusnya,” ujar Kepala Eksekutif LPS Mirza Adityaswara belum lama ini.

Meski demikian bukan hal mudaj untuk menjual Bank Mutiara karena target harga Rp6,7  triliun jauh di atas rerata valuasi harga bank nasional.

Dengan nilai ekuitas Rp1,29 triliun, makan nilai buku (price to book value/PBV) Bank Mutiara di atas 5 kali, jauh di atas perbankan nasional yang berada pada 2,3 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mutiara industri perbankan lps

Sumber : donald banjarnahor

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top