Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Adira Finance Sikapi Tahun Politik

Industri multifinance mengaku berhati-hati namun tetap optimistis menjalankan bisnis pembiayaan menghadapi tantangan tahun politik pada 2018.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 01 Januari 2018  |  23:05 WIB
Begini Adira Finance Sikapi Tahun Politik
Adira Finance. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Industri multifinance mengaku berhati-hati namun tetap optimistis menjalankan bisnis pembiayaan menghadapi tantangan tahun politik pada 2018.

Direktur PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) I Dewa Made Susila mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi industri multifinance adalah kondisi politik pada 2018.

“Ini [tahun politik] salah satu tantangan tahun depan karena pemilihan umum disamping tantangan lainnya seperti pertumbuhan ekonomi nasional dan penjualan otomotif,” kata Made kepada Bisnis pada Senin (1/1/2018).

Meski demikian, dia optimistis sehingga untuk pembiayaan tahun depan menargetkan pertumbuhan sebasar 10% dibandingkan dengan 2017.

Menurut Made, masih terdapat sentimen positif yang dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan. “Kita asumsikan penjualan otomotif nasional masih tumbuh 5%. Kalau nanti pasar berubah , tentu kita akan sesuaikan lagi.”

Sebelumnya, Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi dibandingkan dengan 2017.

Hafid berharap pemerintah tidak menaikan harga sehingga daya beli masyarakat semakin tinggi. Pihaknya memproyeksikan daya beli masyarakat semakin tinggi di tahun depan seiring dengan adanya kenaikan upah minimum regional (UMR).

"Pendapatan akan lebih besar, kan UMR naik, kalau tidak ada kenaikan harga dan inflasi terjaga, maka akan semakin tinggi," jelasnya.

Adapun sampai dengan akhir tahun ini pihaknya menargetkan dapat merealisasikan pembiayaan mencapai Rp32 triliun - Rp33 triliun.

Untuk kontribusi pembiayaan Adira, segmen motor baru telah mencapai sebesar 36%, motor bekas sebesar 20%, mobil baru sebesar 23%, mobil bekas 18%, dan pembiayaan elektronik atau durable sebesar 3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan adira finance
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top