Kinerja Industri Melonjak, Sejumlah Fintech Tetap Pertahankan Target

Sejumlah penyedia layanan teknologi finansial peer-to-peer (P2P) lending belum berencana untuk menaikkan target seiring dengan terlampauinya taget pembiayaan industri P2P lending pada semester I/2019.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  21:03 WIB
Kinerja Industri Melonjak, Sejumlah Fintech Tetap Pertahankan Target
Co/Founder & CEO PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) Ivan Nikolas Tambunan

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah penyedia layanan teknologi finansial peer-to-peer (P2P) lending belum berencana untuk menaikkan target seiring dengan terlampauinya taget pembiayaan industri P2P lending pada semester I/2019.

Ikhtisar data keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, akumulasi jumlah pinjaman dari layanan peer to peer (P2P) lending hingga Juni 2019 mencapai Rp44,80 triliun. Nilai ini melonjak 97,68% dibandingkan dengan capaian pada Desember 2018 yang senilai Rp22,67 triliun, atau secara year to date (ytd).

Padahal, pada awal tahun ini, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menetapkan target pembiayaan hanya tumbuh dua kali lipat atau mencapai Rp40 triliun hingga akhir tahun nanti. Sudah pasti target tersebut akan terlampaui pada akhir tahun ini.

Co-Founder & CEO PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) Ivan Nikolas Tambunan mengatakan, pihaknya akan terus menggenjot volume pembiayaan dengan fokus mengembangkan direct sales melalui supply chain financing.

“Kami belum ada rencana menaikkan target. Target kami tetap Rp1 triliun,” katanya, saat dihubungi Bisnis, Senin (5/8/2019).

Dari sisi lender, Akseleran terus meningkatkan kerja sama dengan beberapa institutional lender seperti PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Adapun, hingga pertengahan Juli 2019, Akseleran sudah berhasil menyalurkan total pembiayaan secara kumulatif hampir sebesar Rp600 miliar kepada lebih dari 1.000 pinjaman.

Sedangkan untuk jumlah pemberi dana pinjaman (lender) dari ritel, telah menembus lebih dari 100.000 lender yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, CEO & Co-Founder PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) Reynold Wijaya mengatakan, tetap mematok target senilai Rp10 triliun hingga akhir tahun, naik 176,24% dibanding Desember 2019 senilai Rp3,62 triliun.

“Targetnya tidak naik, memang segitu,” katanya.

Dalam 6 bulan, Modalku telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp7,82 triliun hingga 5 Agustus 2019. Total pendanaan di Asia Tenggara ini telah naik hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan akhir tahun 2018.

Untuk terus menggenjot pembiayaan, Modalku menargetkan 1 juta peminjam dengan menggarap produk pembiayaan warung untuk mencapai target tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Editor : Emanuel B. Caesario

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top