5 Berita Populer Finansial, Jiwasraya Kibarkan Bendera Putih dan Sejarah BRI Raih Dana Rp1,63 triliun

Kabar Jiwasraya memohon bantuan dana talangan sebesar Rp32,89 triliun untuk memulihkan rasio keuangan yang negatif jadi berita terpopuler kanal Finansial hari ini, Jumat (8/11/2019).
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 08 November 2019  |  19:48 WIB
5 Berita Populer Finansial, Jiwasraya Kibarkan Bendera Putih dan Sejarah BRI Raih Dana Rp1,63 triliun
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

1. Bendera Putih Jiwasraya dan Proposal Bailout Rp33 Triliun

Setelah didera krisis keuangan bertahun-tahun, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melambaikan bendera putih dan memohon bantuan dana talangan (bailout) sebesar Rp32,89 triliun untuk memulihkan rasio keuangan yang negatif.

Hal tersebut diungkapkan oleh manajemen Jiwasraya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Kamis (7/11/2019). Baca selengkapnya di sini

2. Historia Bisnis : BRI Raih Dana Rp1,63 Triliun

Bank Rakyat Indonesia berhasil meraup dana masyarakat sedikitnya Rp1,63 triliun per Juni lalu melalui tabungan Demuna dan Tabanas.

Demuna merupakan produk deposito milik BRI, Deposito Multi Guna (Demuna), sedangkan Tabanas di era itu dikenal sebagai Tabungan Pembangunan Nasional. Baca selengkapnya di sini

3. Semula Mau Lepas Saham Bank Panin, Kenapa ANZ Ikut Jadi Pengendali?

Sejak 2013 Australia and New Zealand Banking Group Ltd. (ANZ) diketahui ingin melepas kepemilikan saham di PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Bank Panin). Hal itu dilakukan untuk memenuhi ketentuan kepemilikan tunggal atau single presence policy.

Selain di Bank Panin, ANZ Group mengendalikan kepemilikan di PT Bank ANZ Indonesia sebesar 99 persen. Baca selengkapnya di sini

4. BNI Sebut Beban Dana Membuat Rasio Inefisiensi Naik

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mengungkapkan sebab kenaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) perseroan pada kuartal III/2019, yakni karena peningkatan biaya dana akibat perebutan likuiditas.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan kenaikan BOPO secara tahunan terjadi lantaran peningkatan beban dana, baca selengkapnya di sini

5. Waduh, Kekayaan Miliarder Dunia Ambles Rp5,43 Kuadriliun

Nilai kekayaan orang-orang terkaya di seluruh dunia dilaporkan menyusut pada tahun lalu akibat tertekan gejolak geopolitik dan instabilitas pasar saham global.

Menurut UBS/PwC Billionaires Report, nilai kekayaan miliarder-miliarder dunia ambles sebesar US$388 miliar, baca selengkapnya di sini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri, jiwasraya

Editor : Surya Rianto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top