Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aset Bank Sampoerna Tumbuh 17 persen Sepanjang 2019

Peningkatan tersebut dikontribusi oleh penyaluran kredityang tercatat sebesar Rp7,8 triliun atau meningkat 8 persen yoy. Sekitar 62 persen dari total pinjaman atau sebesar Rp4,9 triliun disalurkan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 03 April 2020  |  07:10 WIB
Aset Bank Sampoerna Tumbuh 17 persen Sepanjang 2019
Pengunjung melintas didekat logo Bank Sampoerna di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Sahabat Sampoerna mencatatkan kinerja aset sepanjang 2019 tumbuh sebesar 17 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp11,5 triliun.

Peningkatan tersebut dikontribusi oleh penyaluran kredityang tercatat sebesar Rp7,8 triliun atau meningkat 8 persen yoy. Sekitar 62 persen dari total pinjaman atau sebesar Rp4,9 triliun disalurkan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Meskipun sepanjang tahun 2019 kondisi perekonomian di Indonesia belum stabil termasuk banyaknya agenda politik yang terjadi sepanjang 2019 lalu, Bank Sampoerna tetap menunjukkan kinerja yang baik. Pemberdayaan UMKM tetap menjadi fokus utama Bank Sahabat Sampoerna," kata Direktur Utama Bank Sampoerna Ali Rukmijah melalui siaran pers, Kamis (2/4/2020).

Dari sisi pendanaan, perseroan berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga menjadi sebesar Rp9,7 triliun atau meningkat 23 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pencapaian ini terutama ditopang oleh peningkatan dana murah yang signifikan, yaitu giro dan tabungan, sebesar 75 persen yoy, sehingga porsi dana murah perseroan meningkat menjadi 23 persen dari total DPK.

Sementara pada sisi profitablilitas, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp19 miliar pada 2019. CFO Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan pencadangan kredit perseroan meningkat dari 56,8 persen pada 2018 menjadi 68,6 persen pada 2019.

"Bank Sampoerna mulai menerapkan PSAK 71 di awal tahun 2020. Secara umum, total penyisihan dinilai sudah memadai. Dengan demikian manajemen berkeyakinan peningkatan penyisihan penurunan nilai kredit yang menyebabkan penurunan laba di tahun 2019 tidak akan terjadi lagi di tahun 2020," tutur Henky.

Dari sisi rasio keuangan, per akhir 2019, rasio kecukupan modal (CAR/ Capital Adequacy Ratio) Bank Sampoerna berada pada level 21,08 persen, lebih tinggi dari angka per akhir 2018 yang berada pada level 19,51 persen. Perseroan pada 2019 mendapat tambahan modal dari pemegang saham sebesar Rp265 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank sampoerna kinerja bank
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top