Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tambah Modal, Bank Bengkulu Lepas Saham ke Penambang Batu Bara

Bank Bengkulu melepas saham Seri B untuk mengejar target modal inti senilai Rp1 triliun. Hingga April 2020, modal inti Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp814 miliar.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  21:33 WIB
Kantor Cabang Utama Bank Bengkulu - Dok. Bank Bengkulu
Kantor Cabang Utama Bank Bengkulu - Dok. Bank Bengkulu

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Bengkulu menggaet Asosiasi Pertambangan Batubara (APPB) Bengkulu menjadi pemegang saham baru perusahaan.

Hingga April 2020, bank di bawah pemerintah daerah Bengkulu itu memiliki modal inti sebesar Rp814 miliar. Rencananya, para pengusaha batu bara akan menjadi investor baru melalui penerbitan saham seri B. Setelah aksi korporasi itu, ditargerkan modal inti Bank Bengkulu di atas Rp1 triliun. Hal ini sekaligus menempatkan Bank Bengkulu sebagai bank umum kelompok usaha (BUKU) II.

BUKU II adalah bank umum yang memiliki modal inti di atas Rp1 triliun. Sedangkan BUKU III yakni di atas Rp5 triliun hingga Rp30 triliun. Sedangkan kelompok tertinggi yakni BUKU IV dengan modal di atas Rp30 triliun.

Agusalim, Direktur Utama Bank Bengkulu mengatakan, aksi korporasi ini merupakan upaya untuk memenuhi regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulator telah menaikan target modal inti bank di tanah air paling sedikit Rp1 triliun pada tahun ini.

 "Pada posisi April lalu, modal inti Bank Bengkulu baru mencapai Rp 814 miliar, sehingga perlu melepaskan saham Seri B untuk mencukupi kebutuhan modal inti kami," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Asosiasi batu bara, katanya, akan membeli saham seri B guna mencukupi modal inti Bank Bengkulu. Selanjutnya para pengusaha batu bara yang juga pemegang saham perusahaan diminta melakukan transaksi bisnisnya melalui Bank Bengkulu.

 Rohidin Mersyah, Gubernur Bengkulu mengaku mendukung terlibatnya pelaku usaha dalam bisnis Bank Bengkulu. Selain dapat mendukung sektor usaha khususnya di bidang pertambangan batu bara, kerja sama juga dapat meningkatkan kelas Bank Bengkulu.

 "Ini suatu hal yang sangat positif agar bagaimana perkembangan Bank Bengkulu bisa menjadi lebih baik ke depannya," katanya.

Rohidin melanjutkan dengan langkah ini maka perputaran dana tambang di wilayah Bengkulu akan masuk ke Bank Bengkulu dan diteruskan sebagai kredit ke masyarakat. 

"Hal ini juga dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi Bengkulu dalam masa sulit akibat Covid-19 ini," tandasnya.

Sutarman, Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara (APPB) Bengkulu MoU pembelian saham Bank Bengkulu merupakan upaya ikut andil dalam meningkatkan perkembangan perbankan di Bengkulu.

"Ini juga sebagai bentuk tanggung jawab moral kami, karena kami berbisnis di Bengkulu. Tanggapan para owner tambang batu bara juga positif untuk melakukan yang terbaik bagi Bank Bengkulu," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd bank bengkulu
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top