Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Uang Antar Bank (PUAB): Bank MNC Dapat Line Baru

Kewajiban dari bank lain perseroan pada kuartal pertama tahun ini tercatat senilai Rp740 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi awal tahun, yang senilai Rp393 miliar.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  15:58 WIB
Presiden Direktur PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) Mahdan (tengah) berbincang dengan Direktur Rita Montagna (kiri), dan Direktur Hermawan di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Jumat (8/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Presiden Direktur PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) Mahdan (tengah) berbincang dengan Direktur Rita Montagna (kiri), dan Direktur Hermawan di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Jumat (8/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank MNC Internasional Tbk. masih mendapatkan kepercayaan yang cukup baik dalam pemanfatan Pasar Uang Antar Bank (PUAB).

Chief Financial Officer Bank MNC Internasional Hermawan mengakui perbankan sedang menjaga likuiditasnya secara proper lantaran mendapat efek negatif dari kinerja dunia usaha yang sempat turun bahkan berhenti karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Namun, MNC Bank sendiri masih ada dapat beberapa line baru di PUAB dari beberapa bank [new line], di samping existing yang sudah ada," katanya Kamis (25/6/2020).

Adapun, kewajiban dari bank lain perseroan pada kuartal pertama tahun ini tercatat senilai Rp740 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi awal tahun, yang senilai Rp393 miliar.

Di samping itu, Hermawan menambahkan kondisi likuiditas perseroan pun masih terjaga. Bank milik PT MNC Kapital Indonesia Tbk. ini pun juga belum melihat adanya potensi dana masyarakat yang keluar tinggi sehingga mendorong perseroan untuk memberi special rate ke beberapa nasabahnya.

"Special rate ada naik untuk kondisi negosiasi. Ini biasa, bukan secara keseluruhan. Namun, hal yang dapat kami pastikan adalah DPK masih stabil," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI), rata-rata harian volume transaksi PUAB jangka pendek (overnight) per Februari 2020 adalah Rp10,45 triliun. Namun, pada Maret dan April 2020, rata-rata harian ini anjlok menjadi masing-masing Rp9,12 triliun dan Rp6,02 triliun.

Begitu pula dengan rata-rata harian frekuensi transkasi. Per Februari 2020 masih berada pada 107 juta, tetapi pada Maret dan April 2020 masing-masing sudah turun menjadi 93 juta dan 59 juta transaksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

likuiditas bank mnc internasional pasar uang antar bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top