Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Optimis Laba Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi, Begini Strategi BJB Syariah

Direktur Utama BJB Syariah Indra Falatehan memproyeksikan laba pada kuartal II/2020 akan berada pada kisaran Rp18,0 miliar hingga Rp18,50 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  15:15 WIB
Logo BJB Syariah - Istimewa
Logo BJB Syariah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Jabar Banten Syariah optimis perolehan laba pada kuartal kedua tahun ini akan tetap tumbuh jika dibandingkan dengan periode yang sma tahun lalu.

Direktur Utama BJB Syariah Indra Falatehan memproyeksikan laba pada kuartal II/2020 akan berada pada kisaran Rp18,0 miliar hingga Rp18,50 miliar.

"Kami proyeksikan laba kuartal kedua berada pada angka Rp18,0 miliar hingga Rp18,50 miliar. Hal tersebut cukup positif apabila dibandingkan dengan tahun lalu, di mana kuartal kedua tahun 2019 bank BJB Syariah mencatatkan laba senilai Rp15,29 miliar," katanya kepada Bisnis, Jumat (28/6/2020).

Menurut Indra, secara bisnis bank mengalami dampak yang signifikan dari pandemi Covid-19, terutama pada likuiditas dan penyaluran pembiayaan, yang diperkirakan akan tumbuh melambat pada kuartal II/2020.

Perlambatan pertumbuhan bisnis ini mulai terlihat sejal kuartal pertama tahun 2020. Indra menyampaikan pertumbuhan, baik pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), dan laba pada mengalami penurunan secara year to date (ytd).

"Penurunan ini sebagai dampak dari penurunan bisnis pada awal tahun dan juga efek dari pandemi Covid-19," kata Indra.

Perseroan mencatat pertumbuhan pembiayaan dan DPK secara ytd masing-masing -0,53 persen dan -3,37 persen.

Namun, jika dibandingkan secara tahunan (yoy), pertumbuhan pembiayaan dan DPK mengalami pertumbuhan yang cukup moderat yaitu sebesar 11,80 persen untuk pembiayaan dan 8,99 persen untuk DPK.

Indra menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan berbagai stretagi untuk memacu laba tetap tumbuh hingga akhir tahun.

Perseroan pun telah mengantisipasi perlambatan pembiayaan tersebut yang berdampak pada pendapatan bunga, yaitu dengan mengimbangi biaya dengan melakukan efisiensi operasional di tengah pandemi.

Meskipun secara bisnis pertumbuhan melambat, kata Indra, dengan strategi ini BJB Syariah tetap bisa mencatatkan pertumbuhan laba yang positif.

"Bank BJB Syariah juga terus melakukan tren efisiensi dari awal tahun sehingga hal tersebut membantu dalam menjaga tren laba terus positif hingga akhir tahun," tuturnya.

Di samping itu, Indra menambahkan, perseroan akan tetap menyalurkan pembiayaan, tetapi secara prudent dan akan difokuskan kepada pembiayaan yang memiliki risiko termitigasi, misalnya segmen konsumtif.

Selain itu, perseroan juga akan memberi perhatian dan menangani pembiayaan-pembiayaan yang mungkin akan terpengaruh oleh dampak pandemik dengan di antaranya melakukan monitoring secara ketat, restrukturisasi, dan action lainnya untuk menjaga pembiayaan tetap berkualitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah laba bank bank bjb syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top