Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sedang Digodok, Diskon Iuran BP Jamsostek hingga 90 Persen Segera Terealisasi

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Agus Susanto menjelaskan bahwa pada pekan lalu, pihaknya bersama sejumlah menteri melakukan pembahasan terkait rencana relaksasi iuran bagi tiga program yang dikelola badan tersebut.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  13:19 WIB
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan menyatakan bahwa rencana pemberian diskon iuran hingga 90 persen akan segera terealisasi karena telah menjadi pembahasan lintas kementerian.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Agus Susanto menjelaskan bahwa pada pekan lalu, pihaknya bersama sejumlah menteri melakukan pembahasan terkait rencana relaksasi iuran bagi tiga program yang dikelola badan tersebut.

Menurut Agus, pihaknya melakukan pembahasan relaksasi iuran itu bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Pratikno, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

"Ada yang perlu diklarifikasi di draft Peraturan Pemerintah yang mengatur relaksasi iuran [BP Jamsostek] tersebut. Saya kira sudah final, tinggal menunggu pengesahan dari pemerintah," ujar Agus kepada Bisnis, Kamis (6/8/2020).

Sebelumnya, wacana pemotongan iuran BP Jamsostek disampaikan oleh Ida dalam rapat bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (8/7/2020). Ida menjelaskan bahwa pihaknya menginisiasi rencana pemotongan iuran tersebut untuk memitigasi dampak Covid-19 yang memukul dunia usaha.

"Sudah selesai harmonisasinya [aturan], sudah di Kementerian Sekretariat Negara [Setneg], tinggal ditandatangani oleh Bapak Presiden," ujar Ida dalam rapat tersebut.

Pemerintah berencana untuk memotong iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) hingga 90 persen selama tiga bulan sejak ketentuan berlaku. Pemotongan itu bisa diperpanjang kembali tergantung kebijakan pemerintah.

Selain itu, akan terdapat penundaan pembayaran iuran program Jaminan Pensiun (JP) hingga 70 persen. Artinya, peserta cukup membayar 30 persen iuran selama tiga bulan dan sisanya dibayarkan dalam enam bulan sejak aturan berlaku.

Adapun, pemotongan atau penundaan iuran tidak berlaku bagi program Jaminan Hari Tua (JHT). Ida berharap bahwa dengan kebijakan tersebut, pemberi kerja maupun pekerja akan mendapatkan keringanan dalam kondisi pandemi ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamsostek bpjs bpjs ketenagakerjaan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top