Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Mulai Melandai, 2 Multifinance Ini Lebih Selektif Restrukturisasi Pembiayaan

Direktur Utama Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmaja mengaku pihaknya belum menutup pintu batas akhir restrukturisasi. Namun, perseroan kini lebih memperketat seleksi ketika memilih permohonan yang akan disetujui.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  19:35 WIB
Multifinance - Istimewa
Multifinance - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah mulai menurunnya permintaan restukturisasi di perusahaan pembiayaan atau multifinance, wacana untuk perpanjangan program restrukturisasi kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai belum terlalu mendesak.

Direktur Utama Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmaja mengaku pihaknya belum menutup pintu batas akhir restrukturisasi. Namun, perseroan kini lebih memperketat seleksi ketika memilih permohonan yang akan disetujui.

"Total yang sudah direstrukturisasi senilai Rp3,1 triliun di MUF. Saat ini masih ada yang mengajukan, tetapi pengajuan kita analisa dengan selektif untuk debitur yang benar-benar terdampak Covid-19. Untuk wacana perpanjangan restrukturisasi kredit kami pasti mendukung pemerintah, tapi menunggu regulasi keluar dahulu untuk menetapkan langkah selanjutnya," ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini. 

Senada, Presiden Direktur CIMB Niaga Finance (CNAF) Ristiawan Suherman mengungkap hal serupa bahwa jumlah nasabah CNAF yang memohon restrukturisasi sudah turun.

Oleh sehab itu, terkait dengan pengajuan restrukturisasi baru, Ristiawan mengaku pihaknya tengah menimbang-nimbang apakah akan menutup atau masih melanjutkan mengakomodasi restrukturisasi kepad nasabah.

Kini, Ristiawan justru berharap lebih banyak lagi nasabah yang justru tak mengajukan restrukturisasi dan masih mempunyai kesadaran yang baik untuk tetap membayar cicilannya.

"Pengajuan sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan awal-awal diumumkannya program restrukturisasi. Itu menandakan yang tersisa adalah nasabah yang memang tidak terdampak pandemi Covid-19," ujar Ristiawan.

Ristiawan mencatat hingga kini pihaknnya telah merealisasikan restrukturisasi dengan nilai di kisaran Rp1 triliun dari 9.331 nasabah yang mengajukan, atau setara sekitar 20% dari total nasabah yang CNAF kelola saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance pembiayaan restrukturisasi utang
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top