Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemenuhan Modal Inti Minimum jadi Tantangan Bank Bisnis (BBSI)

Secara kinerja, Bank Bisnis mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 44,92 persen pada semester I/2020, dari Rp8,95 miliar menjadi Rp12,97 miliar.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 07 September 2020  |  20:44 WIB
Aktivitas di salah satu kantor cabang Bank Bisnis Internasional - bankbisnis.id
Aktivitas di salah satu kantor cabang Bank Bisnis Internasional - bankbisnis.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Bisnis Internasional Tbk. resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada hari ini (7/9/2020).

Secara kinerja, Bank Bisnis mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 44,92 persen pada semester I/2020, dari Rp8,95 miliar per 30 Juni 2019 menjadi Rp12,97 miliar per 30 Juni 2020.

Kredit yang telah disalurkan mencapai Rp641,19 miliar, meningkat 24,98 persen secara year on year. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp461,76 miliar, tumbuh 6,87 persen secara yoy.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan peningkatan laba secara persentase memang terlihat besar, meski secara nominal tidak begitu besar.

Trioksa memperkirakan akan banyak tantangan bagi Bank Bisnis di tengah pandemi Covid-19. Hal ini terutama apabila modal inti minimum belum terpenuhi.

Sebagai informasi, Bank Bisnis memiliki modal inti utama senilai Rp508,53 miliar per 30 Juni 2020. Adapun, dalam POJK No.12/POJK.03/2020 diatur ketentuan modal inti minimum sebesar Rp1 triliun harus dipenuhi paling lambat 31 Desember 2020.

"Pemenuhan modal minimum tentu harus menjadi prioritas," katanya, Senin (7/9/2020).

Terkait prospek sahamnya, Trioksa mengatakan dengan melihat PER BBSI yang cukup tinggi sebesar 75 kali dan PBV 3,14 kali, harga sahamnya sudah tergolong mahal.

Menurutnya, investor perlu wait and see melihat aksi korporasi Bank Bisnis untuk meningkatkan kinerja dan memenuhi ketentuan permodalan bank.

Adapun, Bank Bisnis telah menggelar penawaran dengan menawarkan 394,76 juta lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp480 per saham. Dengan demikian, perseroan mengantongi dana segar dari hasil IPO sebesar Rp189,48 miliar.

Dikutip dari prospektusnya, Bank Bisnis akan menggunakan sebanyak-banyaknya Rp15 miliar dari dana hasil IPO untuk perluasan jaringan yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah.

Dengan nilai tersebut, perseroan akan mendirikan satu kantor cabang baru di Kota Cirebon pada kuartal III/2021 dan satu kantor cabang baru di Kota Semarang pada kuartal IV/2021. Di samping itu, perseroan melakukan proses renovasi atas kantor cabang perseroan yang saat ini telah beroperasi.

Selanjutnya, sebanyak-banyaknya Rp18 miliar akan digunakan untuk pengembangan teknologi sistem informasi guna meningkatkan pelayanan kepada nasabah.

Adapun, sisanya akan digunakan perseroan untuk modal kerja dalam rangka pemberian kredit nasabah yangan akan direalisasikan secara bertahap.

Bank Bisnis saat ini memiliki jaringan pelayanan satu kantor pusat, empat kantor cabang, tiga kantor cabang pembantu yang tersebar di wilayah Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Perseroan berkedudukan di Bandung yang didirikan semula dengan nama Bank Ekonomi Nasional. Perseroan bergerak dalam bidang usaha bank umum swasta nondevisa. Lebih lanjut, target perseroan yakni skala usaha mikro kecil dan menengah, serta kredit konsumer dan kredit produktif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo emiten bank Bank Bisnis Internasional
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top